Pasalnya, mereka melakukan pemblokiran terhadap akses jalan yang digunakan untuk melintas truk-truk pengangkut bahan baku semen dari lokasi tambang.
Sambil membawa poster dan spanduk, warga menyampaikan penolakannya terhadap rencana pengoperasian pabrik semen PT SG Tuban IV. Alasannya, beroperasinya satu lagi pabrik semen itu bakal menambah pencemaran lingkungan.
"Kami menolak pengoperasian pabrik Tuban IV. Selain itu, kami juga menolak adanya pembuangan debu pada malam hari," teriak Sudi, koordinasi aksi warga Desa Sumberarum, Kamis (3/5/2012).
Dalam aksinya, warga juga menagih janji-janji pihak SG terkait masalah penghijauan. Serta menuntut pengucuran CSR sesuai ketentuan yang berlaku.
Dikonfirmasi mengenai aksi sejumlah warga tersebut, Kasi Hubungan Eksternal dan Media Bagian Humas PT SG, Faik Niyazi menyampaikan bahwa selama ini pihaknya telah melaksanakan proses produksi sebagaimana ketentuan yang ada.
"Kita tidak mungkin membuang debu sembarangan. Bahkan, kita telah menggunakan alat canggih untuk menangkap debu," jawab Faik.
Termasuk mengenai masalah penghijauan dan CSR, Faik mengaku bahwa selama ini pihaknya telah melakukan penghijauan di sekitar pabrik dan di berbagai daerah di wilayah lain.
"Pengucuran CSR juga terus kita lakukan. Termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur dan sebagainya," sambungnya.
(fat/fat)











































