Anggota Brimob Baca Asmaul Husna Hadapi Demo Turunkan Bupati Pamekasan

Anggota Brimob Baca Asmaul Husna Hadapi Demo Turunkan Bupati Pamekasan

Ardi Yanuar - detikNews
Kamis, 03 Mei 2012 10:02 WIB
Pamekasan - Lantunan bacaan Asma'ul Husna dikumandangkan 100 anggota Subden 3 Detasemen 3 Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Madura. Dipimpin Kasubden Iptu Didik Sulistyo, seluruh anggota Brimob Pelopor itu terlihat mengangkat dua tangannya.

Itulah yang terliat lekat dilakukan anggota Brimob saat mengamankan aksi demo yang dilakukan 2.000 orang anggota FKMP (Forum Komunikasi dan Monitoring Pamekasan).

Aksi demo bertajuk "Rakyat Pamekasan Menggugat" itu, menuntut Bupati Pamekasan, Khalilurrahman, mundur dan meletakkan jabatannya. Aksi itu mengangkat isu "Refleksi 4 Tahun Kondang".

Kondang adalah akronim Khalilurrahman dan Dadang, panggilan akrab Kadarisman, Wabup Pamekasan.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Suyono menjelaskan penjagaan aksi demo "Rakyat Pamekasan "Menggugat" oleh FKMP itu, dikawal 783 personel polisi. Mereka adalah anggota Polres Pamekasan, dibantu anggota Polres Sumenep, dan anggota Brimob Polda Jatim.

Massa tampak menenteng spanduk bertuliskan: "Bupati Sibuk Urusan Pribadi, Rakyat Terabaikan Hingga Menjerit".

Spanduk jumbo yang lain bertuliskan "Refleksi 4 tahun kepemimpinan Bupati Kholilurrahman dan mendesak bupati mundur atas gagalnya menciptakan kesejahteraan rakyat yang berkualitas".

Ketua FKMP Muhamad Sahur Abadi meminta ribuan anggotanya agar tidak terprovokasi oleh aksi penyusup dari orang-orang bayaran.

"Saya ingatkan pada seluruh anggota FKMP agar tak terpancing emosi yang diletupkan para penyusup," pintanya.

Sahur menyatakan, aksi demo "Refleksi 4 Tahun Bupati Pamekasan" itu untuk menuntut Bupati Khalilurrahman mundur dari jabatannya. "Sebab, bupati telah gagal membangun kesejahteraan rakyatnya," terang Sahur.

Kegagalan itu, kata Sahur, terindikasi dalam bidang hukum dan kepatuhan kepada perundang-undangan dengan munculnya kasus indikasi pemalsuan dokumen oleh bupati kepada mantan istrinya, Eriska Dewi Kusnanda.

Menurut Sahur, bupati juga gagal dalam bidang pembangunan birokrasi dengan munculnya kasus kebocoran soal tes CPNS 2009. "Kasus bocornya lembaran jawaban soal tes CPNS 2009 diwarnai dengan jual beli ratusan juta rupiah," kritik Sahur.

Untuk antisipasi aksi anarkis, polisi memasang kawat berduri di depan pintu masuk Pendopo Ronggosukowati. Satu unit mobil Water Canon.

(fat/fat)
Berita Terkait