Pengeroyokan dan pembakaran sepeda motor terjadi, Rabu (2/5/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Semula Bahruddin Amrullah (24) berangkat kerja naik sepeda motor.
"Sesampai di jalan desa Kweden Kembar yang sepi dan jauh dari pemukiman, Amrullah dikuntit 6 orang dengan 3 sepeda motor," kata Kapolsek Mojoanyar, AKP Subianto.
Karena dipukul dan ditendang, Amrullah terjatuh. Setelah itu sepeda motor milik Amrullah diminta paksa oleh keenam pemuda itu. Amrullah melawan namun kalah. Naas bagi pelaku, mesin sepeda motor yang dirampas tak bisa dihidupkan. Amrullah bersama motornya ditinggalkan para pelaku. Amrullah lalu menghubungi kakaknya lewat ponsel.
Setelah mengaku dirampas oleh enam pemuda, kakak Amrullah lalu meminta warga menghadang pelaku di sejumlah sudut jalan. Karena berpencar, dua pelaku yakni ATN (17) asal Tarik, Sidoarjo dan Niko Koko (21) asal Jetis, Mojokerto, berhasil ditangkap dan dipukuli hingga luka parah.
Tak hanya itu, sepeda motor yang dibawa Niko dibakar warga. Sementara AP (17) asal Desa Kemantren, Gedeg, Mojokerto dan Bagus (18), ditangkap warga di tempat lain. Andik dan Bagus sempat dipukuli warga sebelum diamankan anggota Polsek Mojoanyar. Warga juga melarang dan mengintimidasi wartawan TV yang mengambil gambar.
Dari keempat pelaku yang tertangkap, 3 diantaranya merupakan siswa salah satu SMK swasta di Kota Mojokerto. Polisi masih mengejar 2 pelaku yang kabur. Polisi juga masih mendalami kasus tersebut. Apakah murni perampasan sepeda motor atau perkelahian yang disangka perampasan. Seluruh pelaku dibawa ke Mapolres Mojokerto usai dirawat di RS.
(fat/fat)











































