Kekesalan ini disebabkan, karena hampir seluruh perwira menengah Polrestabes Surabaya berada di lokasi seperti, Kasatlantas AKBP Asep Akbar Hikmana, Kasat Intel AKBP Imran Siregar, Kasat Sabhara AKPB Iwan dan Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Adi Wibowo.
"Dimana kepala kalian (Kepala UPTD TOW Indragani-red), masa kami saja yang kerja sendiri," kata Kasat Intel Polrestabes AKPB Imran Siregar dengan nada tinggi kepada salah satu petugas TOW, Rabu (2/5/2012).
Hal ini membuat Kapolsek Benowo, Kompol Sri Andriyany berusaha menghubungi Indra untuk menanyakan keberadaan Indragani.
"Pak ada dimana, ini kasat-kasat di sini semua," kata Sri saat menghubungi Indra melalui ponselnya.
Ponsel tersebut kemudian diserahkan ke Imran, saat menerima ponsel, Amran
langsung membentak Indragani.
"Sampean dimana, sampean sedikit bertanggungjawab. Masak ada kejadian seperti ini tidak ada. Masak kami harus bekerja di sini," kata Imran dengan menutup sambungan telepon sambil mengumpat.
Sedangkan Indragani sendiri baru terlihat di terminal pukul 11.45 WIB, ia pun langsung menuju ke pintu keluar terminal dan menemui pajabat Polrestabes Surabaya yang berusaha memediasi para sopir bus AKAP yang masih bertahan memblokir pintu keluar terminal.
Hingga pukul 12.10 WIB, sopir dan kru bus AKDP masih menyemut dan memadati pintu masuk. Akibatnya, seluruh angkutan umum baik bus kota maupun angkot tidak bisa masuk kedalam terminal. Mereka menurunkan dan menaikkan penumpang di depan terminal.
(ze/fat)










































