Sepasang singa jantan dan betina (Panthera leo) berumur 8 tahun ini terlihat asyik kawin di kandang pamer. Meski banyak ditonton dan dipotret para pengunjung KBS, keduanya terus asyik memadu kasih.
Di usianya saat ini, Maruto dan Angeli termasuk normal memasuki masa subur untuk kawin. Dibanding dengan singa lain yang hidup di alam liar, Maruto dan Angeli cukup normal menjalani siklus hidupnya.
Menurut pantauan detiksurabaya.com, proses kawin kedua singa tersebut hanya beberapa detik tapi terjadi beberapa kali. Usai kawin istirahat sebentar. Kawin lagi istirahat lagi, begitu seterusnya sampai dua pekan.
"Singa jantan akan terus berusaha membuntingi betinanya tanpa kenal waktu. Tak peduli malam maupun siang pejantan akan terus berupaya," cerita Humas Kebun Binatang Surabaya, Anthan Warsito, Selasa (1/5/2012).
Masa estrus singa, lanjutnya, terjadi selama dua minggu. Selama itu hanya dua hingga empat hari yang efektif untuk pembuntingan. Tapi, dalam sehari singa bisa kawin hingga puluhan kali.
Tidak seperti mamalia lainnya, kucing besar ini tergolong binatang yang tak pernah ambil pusing dengan lingkungan sekitar. Meskipun banyak pasang mata yang mengintip, proses kawin singa tidak akan terganggu. Lagipula, dengan berat badan hampir 200 kilogram, memiliki taring dan cakar kuat, siapa yang nekat mendekat mengganggu acara kawin singa?
Perlu diketahui, Singa tergolong satwa yang mudah menghasilkan anak. Usia bunting seekor betina selama 120 hari atau sekitar empat bulan. Semisal pembuntingan ini berhasil, maka tidak lebih dari 3 bulan ke depan, KBS yang masih berada dalam pengelolaan Tim Pengelola Sementara ini akan segera menimang anak singa.
"Saat ini, kami (KBS) hanya memiliki 1 jantan dan 4 betina. Singa tertua berumur 13 tahuh, yang termuda usianya 7 tahun," tutur Anthan.
Pembuntingan Angeli oleh Maruto dimulai pada akhir bulan April 2012. Maka perkiraan secara matematis, Angeli akan beranak pada kisaran bulan Agustus 2012.
Anthan Warsito mengaku sudah siap menyambut calon bayi karnovora endemik Afrika ini. Mereka senang, Maruto yang baru pertama kali ini mengawini singa betina bisa berupaya agresif.
"Mereka (lima singa KBS) keturunannya beda. Agak jauh. Jadi kelihatannya ini nggak akan terjadi inbreeding. Kalau jadi, anakannya akan punya nilai genetis yang sangat berharga," tambahnya.
Menurut data IUCN (International Union for Conservation of Nature), singa merupakan satwa berstatus konservasi kritis. Populasinya di alam asli hanya 300-an ekor. Pemangsa tingkat atas ini memegang kunci penting dalam mengendalikan sejumlah hewan buruannya termasuk zebra, kerbau, dan babi hutan.
(nrm/bdh)










































