Dari pantauan detiksurabaya.com, Selasa (1/5/2012), sejumlah pedagang minuman dan makanan memilih menjual dagangannya di dekat kerumunan massa. Hal itu memudahkan pengunjuk rasa untuk memenuhi rasa lapar dan hausnya.
Sejumlah buruh juga tak segan menikmati makanan di samping sejumlah rekan-rekannya menuntut upah layak serta penghapusan tenaga kontrak. Bahkan, sebagian buruh menikmati perbekalan makanan yang sudah dipersiapkan dari rumah.
Seraya tak perduli dengan lingkungan sekitarnya, mereka terhanyut menyuap makanan secara bersama-sama. "Lapar makanya makan bareng-bareng," ujar Tuti salah satu buruh.
Aksi serbu serbu buruh ini pun membuat para pedagang memperoleh rezeki lebih cepat dari biasanya. Maman, salah satu pedagang sengaja memajang dagangannya di sekitar para buruh dengan tujuan cepat laku terjual. "Ya lumayan mas banyak yang beli," terang penjual bakso.
Dalam aksi buruh ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang memasang kawat berduri menuju pintu masuk Balaikota Malang. Sejumlah perwakilan buruh diminta masuk ke dalam kantor walikota guna menyampaikan aspirasi mereka.
(bdh/bdh)










































