"Kami mendirikan posko di Pantai Tawang yang merupakan titik terdekat hilangnya korban," kata AKP Achmad Choiruddin kepada detiksurabaya.com sore.
Peristiwa hilangnya korban, lanjut Kapolsek Sudimoro tersebut, terjadi Jumat (28/4/2012) petang. Seperti biasa, menjelang mahgrib korban bersama 2 nelayan lain bermaksud memasang rendet. Benda mirip jaring kecil berbingkai kawat dan sudah dipasang umpan itu dilempar dari ketinggian tebing.
Namun, belum selesai memasang pada seluruh titik, kaki korban terpeleset. Hanya dalam hitungan detik tubuhnya lantas terpelanting jatuh ke laut. Celakanya lagi, saat itu gelombang sedang tinggi. Sementara kondisi tebing tempat jatuhnya korban sangat curam dan sulit dijangkau.
Mengetahui rekannya celaka, 2 nelayan yang sedang bersama korban berupaya menolong. Mereka melempar tali ke arah korban. Tujuannya agar korban berpegangan pada ujung tali lalu ditarik ke atas. Hanya, lantaran korban kehabisan tenaga, upasa itu pun sia-sia.
"Korban sudah lemas dan akhirnya tenggelam," imbuh Kapolsek Achmad Choiruddin mengacu keterangan saksi.
Guna mencari keberadaan korban tim terpadu diterjunkan untuk menyisir lokasi. Terdiri dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpolair, Dinas Kelautan dan Perikanan serta dibantu mayarakat setempat.
"Kami terjunkan kekuatan penuh. Tim masih bekerja di lapangan. Doakan segera berhasil," kata Tri Mujiharto, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan dihubungi melalui telepon.
(bdh/bdh)











































