Vito (11) menderita patah tulang tangan akibat terjatuh saat bermain smackdown bersama teman-temannya di halaman sekolah.
"Siswa itu sempat dirawat di Krembangan, Jember. Sekarang kondisinya sudah membaik, malah sudah mulai ikut olah raga di sekolah," kata Kusno Widodo, Kamis (26/4/2012)
Kepala SDN 1 Kilensari itu menerangkan, insiden yang dialami Vito terjadi Sabtu (14/4/2012) lalu. Saat jam istirahat Vito konon bermain tarung-tarungan bersama teman-temannya di halaman sekolah. Saat itulah dia terjatuh hingga tulang tangannya patah.
"Setelah kejadian itu, hari Selasanya (17/4/2012) kami sudah mengumpulkan semua siswa pria di halaman. Intinya kami meminta agar anak-anak tidak bermain seperti itu lagi, karena sangat membahayakan. Silahkan bapak-bapak bisa cek ke siswa pria, kalau kami benar-benar sudah mengingatkan mereka," papar Kusno Widodo kepada wartawan.
Namun, peringatan sekolah rupanya tidak sepenuhnya diperhatikan sebagian siswa hingga nekat bermain smackdown lagi. Terbukti, empat hari kemudian giliran Wildan Hakiki (10) siswa kelas IV yang jadi korbannya. Tulang kering kaki kirinya patah setelah di-smackdowan rekan kelasnya berinisial SF.
"Kejadiannya di dalam kelas saat jam istirahat. Jadi kami tidak tahu persis. Untuk mengantisipasi agar tidak terulang lagi, kami sudah mengintruksikan semua guru SDN 1 Kilensari agar lebih ketat mengawasi siswa-siswinya, termasuk di saat jam istirahat," papar Kusno Widodo.
Terkait cedera yang dialami Wildan Hakiki, pihak sekolah tidak melepas begitu saja. Begitu tahu ada siswa yang cedera, pihak sekolah langsung membawa putra pertama pasangan Samsul Hudi-Innahiyah ke sangkal putung. Baru, setelah itu beberapa guru mengantarkan Wildan pulang ke rumahnya dan bertemu orang tuanya.
Diberitakan sebelumnya, tayangan tarung bebas ala smackdown mengilhami kalangan pelajar SD di Situbondo menirukan hal serupa. Akibatnya, seorang pelajar kelas IV SDN 1 Kilensari Kecamatan Panarukan, mengalami cedera parah. Tulang kering pada kaki kiri Wildan Hakiki (10) patah setelah di-smackdown SF (10) teman sekolahnya.
Ironisnya, aksi 'smackdown' para bocah itu dilakukan di dalam ruang kelas IV saat jam istirahat di sekolahnya. Lantaran derita patah tulang yang dialaminya, Wildan Hakiki kini tidak bisa masuk sekolah. Dia masih tergolek lemas di rumahnya di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
(fat/fat)











































