Smackdown di Kelas, Pelajar SD di Situbondo Patah Tulang

Smackdown di Kelas, Pelajar SD di Situbondo Patah Tulang

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 26 Apr 2012 14:59 WIB
Smackdown di Kelas, Pelajar SD di Situbondo Patah Tulang
Situbondo - Tayangan smackdown masih mengilhami kalangan pelajar SD di Situbondo untuk menirukan. Akibatnya, seorang pelajar kelas III SDN 1 Kilensari Kecamatan Panarukan Situbondo, ambruk setelah mengalami patah tulang.

Tulang kering pada kaki kiri Wildan Hakiki (10) patah setelah di-smackdown SF (10) teman sekolahnya. Ironisnya, aksi 'smackdown' para bocah itu dilakukan di ruang kelas III saat jam istirahat di sekolahnya.

Lantaran derita patah tulang yang dialaminya, Wildan Hakiki kini tidak bisa masuk sekolah. Putra pertama pasangan Samsul Hudi-Innahiyah itu masih tergolek lemah di rumahnya di Desa Kilensari. Sesuai rencana, bocah yang terkenal pendiam itu akan segera dirujuk ke Solo untuk perawatan patah tulang.

"Tadi malam kami terpaksa melaporkan kejadian ini ke Polsek Panarukan, agar dari pihak keluarga sana (SF, red) juga merasa bertanggung jawab dengan yang menimpa anak saya. Anak saya butuh biaya besar, masak hanya diberi Rp 200 ribu," kata Samsul Hudi, Kamis (26/4/2012).

Keterangan yang dihimpun, insiden smackdown yang menimpa Wildan Hakiki terjadi pada Sabtu (21/4/2012). Mengisi jam istirahat di sekolahnya, Wildan dan teman-temannya bermain di dalam kelas.

Mereka saling menirukan gaya tarung bebas smackdown yang sering disaksikan di tayangan televisi. Pertama lawan bermain Wildan adalah rekannya bernama Toriq, namun saat itu tidak terjadi apa-apa.

"Tiba-tiba SF ikut main, tangan saya dipelintir sampai saya terjatuh ke lantai. Waktu terjatuh itu kaki saya diinjak pakai siku kakinya. Saya sudah jerit-jerit bilang sakit, tapi tetap saja digitukan sampai saya nangis," tutur Wildan Hakiki.

Mengetahui seorang siswanya cedera, pihak sekolah sempat membawa Wildan Hakiki ke dukung sangkal putung. Usai dipijat, bocah ini diantar pulang oleh tiga orang gurunya. Saat itu, orang tua Wildan mengaku tidak begitu khawatir karena menurut si guru anaknya hanya menderita retak tulang biasa.

"Saya curiga karena sampai beberapa hari anak saya tetap mengeluh sakit. Saya lihat bengkak di kakinya juga tidak hilang. Makanya saya langsung berinisiatif me-rongent, ternyata hasilnya anak saya patah. Saya benar-benar terkejut," imbuh Samsul Hadi.

Sementara Kapolsek Panarukan AKP Supadi membenarkan adanya laporan masalah itu. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan, termasuk dengan memintai keterangan saksi-saksi.
Meski begitu, sambung Supadi, sebisa mungkin pihaknya juga mengupayakan agar ada jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Karena semuanya masih anak-anak, dan tujuan mereka awalnya hanya bermain. Cuma untuk permainan begitu (smackdown, red) mereka jelas tidak terlatih, sehingga sangat berbahaya. Wong yang tenaga terlatih saja kadang juga cedera kok," tegas AKP Supadi kepada detiksurabaya.com, Kamis (26/4/2012).

(/)
Berita Terkait