Tanggul Bengawan Solo yang longsor terletak di Desa Keduyung, Kecamatan Laren, Lamongan. Tanggul di desa ini longsor sepanjang kurang lebih 200 meter, dan yang terparah setidaknya ada 50 meter. Bahkan, tanggul yang juga dijadikan sebagai jalan utama di desa tersebut kini tidak dapat dilalui.
Kepala Desa Keduyung Edi Purwanto kepada wartawan mengatakan, longsornya tanggul Sungai Bengawan Solo terjadi pukul 02.00 WIB, Selasa (24/4/2012). "Untungnya kejadiannya perlahan sehingga warga tidak sempat menjadi korban," katanya.
Ironisnya, tanggul yang saat ini longsor sepanjang 200 meter tersebut ternyata masih dalam masa pemeliharaan karena baru saja selesai dibangun pada November tahun lalu. "Kami menyayangkan kenapa pintu air di Babat Barrage ditutup tiba-tiba sehingga mengakibatkan longsor seperti ini," ujarnya.
Sementara, puluhan rumah di sekitar tanggul yang longsor tersebut kini diliputi kegelisahan. Pasalnya, mereka khawatir jika sewaktu-waktu longsor kembali terjadi, rumah mereka ikut terseret arus.
Jumaiyah, salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak 3 meter dari tanggul yang longsor kepada wartawan mengatakan, dirinya dan puluhan warga lainnya merasa resah jika sewaktu-waktu longsor datang dan mereka menjadi korban.
"Mau mengungsi juga kami tidak tahu kemana, karena hanya ini yang kami punya," ungkapnya.
(bdh/bdh)











































