Sayang saat perawatan RS, Maryama menghembuskan nafas terakhir. Namun
ada kabar janggal di balik kematian ibu dua anak itu. Disebut-sebut Maryama sempat lari dari rumah majikan sebelum akhirnya tiba di KBRI Malaysia.
Namun untuk memastikan kabar tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Situbondo memilih menunggu berita acara dari KBRI di Malaysia.
"Kami juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak penyalur. Jika korban berangkat secara legal, pihak penyalur harus memberikan hak-haknya," kata Kepala Disnakertrans Situbondo, Edi Susilo, Selasa (24/4/2012)
Keterangan yang dihimpun, Maryama alias Santi sudah dua kali ini bekerja sebagai TKW di Malaysia. Terakhir, dia kembali mengadu nasib ke Negeri Jiran melalui salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja di Jember, sekitar setahun yang lalu. Namun, sejak bekerja itu Maryama disebut-sebut tidak pernah mengirimkan uang ke keluarganya di Kecamatan Banyuputih.
"Saya tidak tahu di sana istri saya kerja apa. Cuma sejak berangkat yang terakhir ini memang belum pernah kirim uang," kata Sahram kepada wartawan.
Suami Maryama alias Santi itu mengaku sudah mendengar kabar kematian istrinya di Malaysia dari Kepala Desanya di Kecamatan Banyuputih. Sahram meminta agar jenazah istrinya secepatnya dipulangkan ke tanah air.
(fat/fat)











































