Jasad siswi kelas VI SDN 1 Kilensari itu muncul ke permukaan air pada jarak 100 meter dari lokasi tenggelam. Padahal, saat bersamaan sejumlah penyelam sedang diterjunkan ke dasar sungai Kali Sampeyan di Desa Wringinanom.
"Saya terkejut karena jenazah tiba-tiba muncul di samping saya. Saya berteriak tapi seperti tidak muncul suara, makanya saya langsung membunyikan peluit untuk memberitahu yang lain," kata Samik, anggota Tim SAR dari Satpol PP kepada detiksurabaya.com, Senin (23/4/2012).
Suasana histeris langsung pecah saat jenazah putri sulung pasangan Anang Budi-Yuli Astutik itu ditemukan. Bahkan beberapa kerabat korban langsung pingsan saat melihat jasad Caca terbujur kaku. Saat ditemukan, pakaian korban masih utuh. Selain itu, tubuhnya juga tidak bengkak. Namun untuk kepentingan penyelidikan, mayat Caca langsung dilevakuasi ke Puskesmas terdekat.
"Aduh kok begini nasibmu, nak," teriak seorang wanita lalu pingsan.
Diberitakan sebelumnya, kegiatan jalan-jalan minggu pagi rombongan santri Masjid At-Taqwa Situbondo berujung maut. Tiga santri siswa SD tenggelam di aliran Sungai Kali Sampeyan. Beruntung, dua santri lain berhasil ditolong. Adel (6) dan Arah (10) diselamatkan ustadznya Heri Prayitno (35) saat mulai terseret arus sungai. Keduanya langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan.
Sementara seorang santri lagi, Ananda Sab'atul Hayati (12) gagal diselamatkan dan terhanyut.
(fat/fat)










































