Menurut salah seorang warga, kobaran api mengejutkan warga komplek perumahan.
"Waktu itu istri saya sedang mencuci piring di dapur, melihat percikan bunga api dari bangunan rumah (Irune Achin, red) sebelah. Setelah saya keluar, ternyata api sudah membesar," kata Ghani Hiswara, kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Ghani mengetahui dan melihat api membesar langsung berteriak minta tolong ke sejumlah warga. Dan teriakannya banyak mengundang perhatian warga. "Warga sudah berusaha melakukan pemadaman dengan air seadanya. Tapi tidak bisa, karena api terus membesar," ucapnya
Karena api terus membesar, beberapa warga langsung berusaha menghubungi petugas keamanan. Agar mendatangkan petugas pemadam kebakaran. "Kita hubungi kantor polisi dan tak lama kemudian mobil pemadam datang," katanya.
Dari pantauan detiksurabaya.com, kebakaran diduga berawal dari rumah milik Irune Achin yang dijadikan pembuatan speaker aktif dan meluluhlantakkan bangunan rumah lainnya.
3 Bangunan rumah ikut ludes terbakar, karena terkena kobaran api yang terus membara. Meski sudah 6 unit mobil PMK yang datang di lokasi dari Sidoarjo maupun Surabaya. Namun, petugas mengalami kesulitan melakukan pemadaman.
Petugas pun terpaksa mengambil air dalam tendon milik warga dan masjid yang dekat dengan lokasi kejadian. Tak hanya itu, beberapa warga juga panik mengeluarkan peralatan rumah tangga yang berdekatan dengan api yang terus membara Karena, petugas PMK sendiri mengalami kesulitan mendekati titik api. Sementara kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
(fat/fat)











































