Lagi, 30 Imigran Gelap Ditemukan Selamat di Pantai Wonogoro

Lagi, 30 Imigran Gelap Ditemukan Selamat di Pantai Wonogoro

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 21 Apr 2012 14:37 WIB
Malang - Sebanyak 30 imigran gelap kembali ditemukan dalam kondisi selamat di kawasan Pantai Wonogoro, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (21/4/2012), siang. Mereka kemudian dievakuasi ke kantor polisi setempat.

"Baru kita temukan 30 imigran lain siang ini," ujar Wakapolres Malang Kompol Anjas Gautama Putra menghubungi detiksurabaya.com.

Para imigran itu, lanjut Anjas, untuk sementara diamankan di Polsek Bantur, sebelum nantinya dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang bersama 41 imigran dini hari tadi sudah tiba lebih dulu. "Transit saja di polsek, nanti kembali diantar ke imigrasi," sambung Anjas.

Anjas menambahkan, dengan ditemukannya 30 imigran ini menambah jumlah imigran berhasil diselamatkan yaitu sebanyak 71 orang. Diduga masih banyak imigran lain masih bersembunyi di kawasan pantai.

Sementara kapal jenis bagan ditumpangi seratus imigran mengalami kerusakan mesin menjadi tontonan warga. Sejak malam kemarin warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

Dari keterangan para imigran ini terungkap jika mereka sudah empat hari berada diatas kapal. Imigran berasal dari Afghanistan dan Sudan ini hendak menuju Australia.

"Kami berangkat dari Bandung, empat hari lalu," terang Khalid (40), salah satu imigran ditemui di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang Jalan Panji Suroso.

Pria asal Zabel, Afghanistan ini mengaku, menumpang kapal bersama istri serta empat anaknya. Dirinya harus membayar biaya sebesar U$ 5 ribu dollar kepada nahkoda kapal. "Saya bayar 5 ribu dollar untuk saya, istri dan empat anak," ungkap Khalid.

Australia memang menjadi negara tujuannya untuk meraih mimpi hidup lebih baik dari negara asalnya. Ia menilai Afghanistan telah menjadi negara rusuh dan tak nyaman untuk ditinggali. "Saya ingin anak-anak saya sekolah yang baik, dan kami mendapatkan hidup yang nyaman," ujarnya.

Kadasnya kapal yang ditumpangi memupus semua harapan Khalid sekeluarga. Dirinya tetap akan meminta diberangkatkan menuju Australia saat nanti diperiksa petugas imigrasi. "Saya sudah putuskan tak mau kembali ke Afghanistas," ucap dia.

Imigrasi Kelas I Kota Malang hanya sementara menampung Khalid bersama puluhan imigran lain, secepatnya mereka akan diserahkan kepada imigrasi Jawa Timur. "Soal nasib mereka kami serahkan kepada pusat, kita hanya menampung disini," kata Kasi Penanganan dan Pengawasan Imigrasi Kelas I Kota Malang dikonfirmasi terpisah.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini