Ke-4 siswa siswa itu yakni, Eko Wahyudi kelas 2, Mahmudi kelas 4, Hamidi dan Zaki Ramadani kelas 6. Sedangkan tenaga pengajar di sekolah tersebut tinggal 2 orang, yakni seorang guru dan kepala sekolahnya.
Minimnya jumlah murid di sekolah ini diduga karena kalah bersaing dengan sekolah swasta atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang lokasinya bersebelahan.
Sebelumnya, jumlah murid di sekolah ini mencapai 80 siswa. Namun sejak lima tahun terkahir, jumlah muridnya merosot tajam. Mereka berbondong-bondong pindah ke Madrasah Ibtidayah. "Mungkin mata pelajaran sekolah dasar ini dianggap kalah bersaing dengan MI sehingga para orang tua banyak memindahkan anaknya ke lembaga lain," kata Lutfiayanto, guru SDN Errabu 779.
Karena minimnya jumlah siswa, pihak sekolah terpaksa mengumpulkan siswanya
dalam satu ruangan. Meski jumlah siswa hanya empat orang, namun kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Kami tetap senang belajar disini," ujar seorang siswa kelas 6, Hamidi.
Kondisi ini sudah di laporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep pada tahun 2011, untuk dilakukan penghapusan atau regrouping. Namun sampai sekarang belum ada jawaban dari pihak Dinas Pendidikan.
Saat di hubungi detikSurabaya.com melalui telpon selulernya, Kepala Bidang
Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Moh Sadek, mengaku masih
sibuk dan belum bisa dikonfirmasi.
(bdh/bdh)











































