Dari pantauan detiksurabaya.com, Senin (16/4/2012), polisi membubarkan massa dengan cara menyemprotkan air dari mobil water canon dan tembakan gas air mata. Kericuhan berawal saat warga yang tak sabar menunggu perwakilan yang sedang berunding di dalam tidak menghasilkan keputusan.
Selain mendorong kawat berduri itu ke arah depan, massa juga berusaha merusak kawat berduri dengan potongan kayu dari pepohonan yang ada di sekitarnya.
Melihat massa yang berbuat seperti itu, polisi langsung mengerahkan mobil water canon dan berusaha membubarkan massa yang sudah tidak bisa dikendalikan. Selain itu, polisi juga menembakkan gas air mata.
Tembakan gas air mata ke kerumunan, membuat massa kocar-kacir berlari menghindari asap gas air mata. Namun, sebagian pendemo ganti membalas aparat kepolisian yang berada di dalam area kantor gubernur, dengan lemparan kayu dan botol bekas air mineral.
(roi/fat)










































