Diduga provokator tawuran itu disebut-sebut kerabat Jhon Key, seorang preman asal Ambon. Ia adalah M Nilwan alias Bule (35), yang berdomisili di Surabaya dan merupakan pindahan dari Lapas Medaeng.
"Memang seorang provokator dalam peristiwa keributan antara narapidana bernama M Nilwan yang merupakan kerabat Jhon Key. Ia dipindah ke Lapas Kelas II B Lumajang ini dari Lapas Medaeng, karena juga menyulut insiden kericuhan di sana," kata Kepala KPLP (Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II B Lumajang M Kurnia saat dikofirmasi di kantornya, Senin (9/4/2012).
Napi lain yang terlibat insiden kericuhan yakni M Zainuddin (25), Erik Estrada (25), Dwi Agus (25), Dani Fajar (25), keempatnya terpidana kasus psikotropika narkoba dari Surabaya dan Rudi Agus (25) yang terlibat kasus perampokan.
Kepindahan para napi dari Lapas Medaeng ke Lapas Lumajang, bersama 70 napi lainnya merupakan program pengurangan warga binaan yang kondisinya overkapasitas.
Insiden tawuran ini terjadi, Minggu (8/4/2012) siang ini antara napi di blok A. Awalnya dipicu selisih paham antar kelompok warna binaan dari daerah yang berbeda. Informasinya antara warga binaan lokal Lumajang dengan napi dari Surabaya.
"Saat itu di blok setempat sedang ada kegiatan menonton TV. Pemicunya rebutan melihat channel berbeda, hingga kemudian terjadilah insiden saling tantang dan berteriak. Mereka bersitegang dan ada yang memprovokasi situasi tersebut, yakni M Nilwan ini," jelas M Kurnia.
Aksi ini sempat membuat pihak LP meminta bantuan Polres Lumajang. Sebab hanya ada 6 petugas pengamanan, dibantu 1 perwira jaga dan seorang petugas piket. Saat itu juga puluhan aparat Polres Lumajang yang dikomando Kapolres AKBP Susanto segera meluncur ke Lapas yang terletak di Jalan Alun-Alun Timur untuk melakukan sterilisasi.
Bahkan saat itu juga, 6 napi yang diidentifikasi menjadi provokator dalam insiden tersebut langsung dipindahkan ke Lapas Lowokwaru, Malang. Setelah dipindahkan, saat ini kondisi di Lapas Lumajang berangsur normal.
"Caranya, dengan membangun komitmen bersama antara warga binaan yang menjadi penghuni Lapas Lumajang," ujarnya.
Kapolres Lumajang AKBP Susanto mengungkapkan, jika pihaknya mengirim personel ke Lapas Lumajang untuk melakukan pengamanan.
"Kami mendapatkan informasi adanya indikasi tawuran tersebut, lalu melakukan koordinasi ke Lapas Lumajang untuk melakukan pengamanan. Atas perintah Kapolda Jatim, 6 orang yang menjadi pemicu tawuran langsung dievakuasi ke Lapas Lowokwaru, Malang. Saat ini, kami akan terus melakukan koordinasi agar potensi keributan tidak terjadi lagi," papar Susanto.
(fat/fat)










































