Gempa Swarm Situbondo Terdeteksi Berpusat di Daratan

Gempa Swarm Situbondo Terdeteksi Berpusat di Daratan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 09 Apr 2012 14:02 WIB
Gempa Swarm Situbondo Terdeteksi Berpusat di Daratan
Situbondo - Gempa swarm yang terjadi di Situbondo terdeteksi berpusat di daratan. Gempa swarm yang berhasil direkam Stasiun Geofisika Kelas II Tretes, memiliki kekuatan 1,7 SR (Skala Richter) dan berada di kedalaman 10 KM.

Alat seismograf Stasiun Geofisika Kelas II Tretes berhasil merekam aktivitas gempa Situbondo, sekitar pukul 01:20:51.5 WIB, Senin (9/4/2012). Pusat gempa itu dipastikan berada di arah utara wilayah Kota Situbondo.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes, Benni Sipollo. Lebih jauh, Benni menjelaskan,Gempa swarm yang berhasil di-record memiliki kekuatan 1,7 SR (Skala Richter) dan berada di kedalaman 10 KM.

"Sifat gempanya juga sangat lokal, artinya berada dekat dengan daerah gempa yaitu di Situbondo sendiri," beber Benni Sipollo.

Berikut catatan gempa dini hari tadi yang berhasil direcord peralatan seismograf single station tipe TDS-III di belakang kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan WR Soepratman, Situbondo. Antara lain, Earquake center: Latitude -7.73deg; logitude 114.02deg, Depth 10 KM; Magnitude MI 1.7, mB0.0, Ms0.9; Distance 3.6KM Azimuth: 140.9deg; Pluse 0.0sec.

"Kalau dilihat dari kekuatannya tren gempa Situbondo mulai menurun. Mudah-mudahan akan terus turun hingga bisa segera kembali ke kondisi normal," papar Benni Sipollo di kantor BPBD Situbondo.

Meski begitu, Benni mengaku belum bisa menganalisa daerah patahan yang menimbulkan aktivitas kegempaan di Situbondo. Karena alatnya baru satu kali merecord gempa di Situbondo. Padahal sejak terjadi gempa tipe utama dengan kekuatan 2,7 SR pada Jumat (6/4/2012) lalu, sudah terjadi sekitar 17 kali gempa susulan dan swarm di Situbondo.

"Jadi kami belum bisa memberikan informasi tentang daerah patahan tersebut. Semoga alat di kantor Pusat Jakarta bisa merekam 17 kali gempa Situbondo itu sehingga bisa dianalisa. Karena di Situbondo juga terdapat 2 alat sensor berupa Tsunami Early Warning System," paparnya.

Yang pasti, Benni kembali mewanti-wanti kalau gempa swarm yang terjadi di Situbondo memiliki kekuatan kecil, yakni antara II - IV MMI sehingga tidak berpotensi menimbulkan bencana. Karena itu, lagi-lagi dia meminta agar warga tidak terlalu panik.

"Tindakan warga lari keluar rumah itu sudah betul. Tapi tidak perlu lama-lama di luar," sarannya.

Sebelumnya, gempa yang terjadi tiga hari berturut-turut di Situbondo menyita perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bahkan, Stasiun Geofisika Kelas II Tretes mengirim peralatannya ke Situbondo untuk mendeteksi epic gempa.

Alat berupa seismograf single station tipe TDS-III dipasang di belakang kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan WR Soepratman, Situbondo, Minggu (8/4/2012) malam. (bdh/bdh)
Berita Terkait