Saat kejadian, di rumahnya hanya ada 4 orang. Mereka yakni istri, anak perempuan dan dua cucu. Menurut keterangan warga setempat, Muhadi tidak pernah ikut organisasi islam radikal yang sering terkait dengan ledakan bom.
Sunaryo, warga setempat yang mengaku tahu persis kebiasaan pemilik rumah meledak, menjelaskan bahwa Muhadi hanya orang biasa. Hanya karena pekerjaannya sopir, sehingga Muhadi jarang di rumah.
"Dia itu hanya sopir, setahu saya dia tidak pernah ikut aliran jihad yang haluan keras," kata Sunaryo kepada detiksurabaya.com, Jumat (6/4/2012).
Hingga pukul 10.00 WIB, tim Labfor yang tiba di lokasi masih melakukan olah TKP dan menyelidiki penyebab pasti dari ledakan. Olah TKP dilakukan tertutup untuk wartawan, sehingga wartawan yang ingin mengambil gambar terpaksa kucing-kucingan dengan petugas hingga naik atap rumah tetangga.
(fat/fat)










































