Kejadian ini sempat membuat geger civitas akademik serta warga sekitar. Mereka yakni DD (17) dan ES (17). Kini, DD meringkuk di sel tahanan Polsek setempat, karena diduga kuat sebagai pelaku penusukan terhadap ES.
Sedangkan ES sendiri masih terbaring lemah di ruang perawatan RS Al-Huda, Gambiran, Banyuwangi.
"Pelaku sudah kita periksa dan ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasi Humas Polsek Cluring, Aiptu Eko Laksono, kepada detiksurabaya.com, Kamis (5/4/2012).
Eko mengisahkan, kejadian menggemparkan itu terjadi pada, Rabu (4/4/2012) sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin. Dari pengakuan tersangka, dia merasa tidak terima dengan teguran korban saat latihan pramuka di sekolah dengan materi baris berbaris, Sabtu (31/3/2012).
Saat itu korban sebagai instruktur menegur DD karena melakukan kesalahan. Teguran itu menyisakan dendam tersangka. Untuk menuntaskannya, saat jam istirahat sekolah pelaku mendatangi korban di kelasnya, Administrasi Perkantoran, kemarin.
Cekcok mulut pun terjadi. Tersangka yang datang dengan membawa pisau lipat langsung menusuk korban tepat di perut sebelah kiri. Cras..! Korban langsung terkapar bersimbah darah.
"Itu dilakukan dihadapan sejumlah siswa lainnya," ungkap Eko.
Korban segera dilarikan ke puskesmas setempat dan akhirnya dirujuk ke RS Al Huda, Gambiran. Luka itu membuat perut korban robek dan harus dijahit enam jahitan.
Tersangka sendiri diamankan pihak sekolah sebelum akhirnya dijemput polisi. Hari ini terlihat sejumlah guru dan rekan korban dan pelaku mendatangi Polsek Cluring.
"Iya benar, mereka siswa kami. Kami menyesalkan kejadian ini," ujar seorang guru SMEA 17 Agustus, Cluring, yang enggan menyebutkan namanya.
(fat/fat)










































