Korban menderita luka serius di bagian kepala dan kaki. Tubuh pria 45 tahun itu baru bisa dievakuasi beberapa saat kemudian, setelah warga bergotong royong mencongkel kabin truk. Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Asembagus.
Akibat kecelakaan tersebut jalur pantura di Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar, Situbondo, sempat terjadi kemacetan panjang.
"Dugaan sementara korban mengantuk saat mengendarai truknya, sehingga menabrak truk dari arah berlawanan. Keterangan di lapangan sebelum kecelakaan truk korban sempat beberapa kali oleng," kata Kanit Laka Polres Situbondo Ipda Bahtiar, Rabu (4/4/2012).
Keterangan yang dihimpun, sebelum terlibat kecelakaan truk S-9267-QA yang dikemudikan Solatim melaju dari arah Banyuwangi menuju Situbondo. Diduga si sopir mengantuk hingga truk sempat beberapa kali terlihat oleng.
Benar saja, setibanya di KM 217,5 arah Surabaya di Desa Curahkalak Kecamatan Jangkar, Situbondo, truk itu tiba-tiba oleng ke kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk DK-9472-AA yang dikemudikan Edi Mulyawan (34) warga Pekutatan, Jembrana, Bali.
Edi yang tidak sempat menghindar, bagian kanan truknya langsung disasak truk S-9267-QA. Akibat kecelakaan itu, kabin depan kanan truk S-9267-QA ringsek hingga menjepit tubuh pengemudinya si Solatim. Sedangkan sopir truk DK-9472-AA Edi Mulyawan langsung shock meski tidak mengalami luka.
Dari hasil olah TKP, polisi menduga truk S-9267-QA melaju dengan kecepatan tinggi. Sebab, truk tersebut baru saja mendahului mobil di depannya. Akibat benturan keras tersebut, kondisi truk nyaris tak berbentuk karena hancur. Sementara truk ekspedisi DK-9472-AA yang bermuatan semen putih kondisinya miring karena bak truk samping kanan rusak akibat ditabrak.
Polisi sempat kesulitan mengevakuasi bangkai kedua truk yang menutup jalan pantura tersebut hingga memicu terjadinya kemacetan beberapa kilometer. Kemacetan baru selesai setelah polisi berhasil menarik bangkai kedua kendaraan dengan truk derek.
(fat/fat)











































