Kepala PVMBG Bandung, Surono mengatakan, api yang dilihat warga tersebut berasal dari aktivitas pertanian di Kecamatan Asembagus, Situbondo, bukan letusan Gunung Ijen. Surono mengaku sempat terkejut dengan informasi tersebut. Karena aktivitas Gunung Ijen sejauh ini cenderung turun meski tidak signifikan.
"Laporan yang masuk ke saya 6 jam sekali, justru Ijen cenderung turun meski tidak signifikan," kata Surono melalui SMS ke detiksurabaya.com, Selasa (3/4/2012).
Sementara itu, sempat beredar isu di kalangan wartawan Banyuwangi, bila ada kebakaran lahan di kawasan Gunung Ijen. Namun hal itu dibantah oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III.
"Saya belum menerima laporan kalau ada kebakaran di Ijen," ujar Kepala seksi BKSDA, Budi Utomo, saat dihubungi wartawan.
Sebelumnya, warga di Desa Bantal Kecamatan Asembagus, dan Desa Sumberrejo Kecamatan Banyuputih, Situbondo, melaporkan adanya gumpalan api dari arah Gunung Ijen, Senin (2/4/2012) pukul 23.00 WIB.
Banyak warga yang memilih keluar rumah dan berkumpul serta menyaksikan gumpalan api itu dari kantor desa dan pinggiran sungai Kali Banyuputih. Mereka sempat takut karena api tersebut disangka Gunung Ijen yang meletus.
(/)











































