Saking paniknya, warga di Desa Bantal Kecamatan Asembagus, dan Desa Sumberrejo Kecamatan Banyuputih, Situbondo, banyak yang memilih keluar rumah. Mereka berkumpul dan menyaksikan gumpalan api itu dari kantor desa dan pinggiran sungai Kali Banyuputih.
Warga makin panik karena gumpalan merah itu konon juga disertai asap tebal. Sehingga tidak sedikit warga yang mengira asap itu adalah wedus gembel yang keluar dari Gunung Ijen.
"Gumpalan api itu terlihat jelas dari pos pantau Gunung Ijen di Situbondo. Warga mengira Gunung Ijen yang meletus, makanya mereka panik," kata Zainul Arifin kepada detiksurabaya.com, Selasa (3/4/2012).
Lebih jauh, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo itu menuturkan, kepanikan warga bantaran sungai yang memiliki hulu di kawasan Gunung Ijen itu terjadi, Senin (2/4/2012) pukul 23.00 WIB. BPBD Situbondo sempat terjun ke lokasi untuk menenangkan warga.
"Cukup lama gumpalan api itu terlihat dari daerah Asembagus dan Banyuputih. Arahnya memang dari kawasan Gunung Ijen," sambung Zainul Arifin.
Khawatir Gunung Ijen benar-benar meletus, lanjut Zainul Arifin, pihaknya langsung berkoordinasi ke petugas Pos Pantau Gunung Ijen di daerah Licin, Banyuwangi. Hasilnya, ternyata status Gunung Ijen tetap siaga dan tidak ada peningkatan aktivitas apa-apa.
Seketika itu juga, BPBD Situbondo segera mensosialisasi hasil koordinasi tersebut. Mendengar Gunung Ijen tidak mengalami peningkatan aktivitas, warga daerah bantaran sungai pun merasa tenang dan pulang ke rumahnya.
"Makanya kami sendiri tidak tahu gumpalan merah itu dari mana, yang pasti bukan dari Gunung Ijen," pungkas Zainul Arifin.
Sebelumnya, sejak Gunung Ijen ditetapkan berstatus Siaga, Kali Banyuputih langsung mendapat perhatian. Bahkan, BPBD Situbondo mendirikan dua pos pantau di sekitar aliran Kali Banyuputih, yakni di Desa Bantal Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberrejo Kecamatan Banyuputih.
Sebab, aliran air di Kali Banyuputih itu memiliki hulu sungai di daerah kawasan Gunung Ijen. Sehingga dikhawatirkan akan terkena dampak meluapnya lahar dari kawah Gunung Ijen, yang dapat mengancam keselamatan warga di bantaran sungai.
(bdh/bdh)










































