Modusnya, dua dokter gadungan asal Kecamatan Arjasa, Situbondo, itu keliling kampung menawarkan pengobatan kepada warga. Edannya lagi, tak hanya mengobati pasien dengan penyakit ringan, dokter gadungan itu juga melayani suntik KB (Keluarga Berencana).
Bahkan, Herman Sucipto juga sering melayani pasien operasi khitan. Ironisnya usaha ilegal itu sudah bertahun-tahun dijalankan dua warga Kecamatan Arjasa, Situbondo. Dan selama melakukan operasinya, pasien tidak mengeluh.
"Sebelum berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing, keduanya memang sudah kami incar. Kami mendapat informasi keduanya dari warga," kata AKP Priyo Purwandito kepada wartawan, Kamis (29/3/2012) dinihari.
Kasatreskoba Polres Situbondo itu menambahkan pihaknya berhasil menangkap keduanya di rumah masing-masing pada Rabu (28/3/2012) sekitar pukul 22.30 WIB.
Dari tangan dua dokter gadungan itu polisi menyita sejumlah alat kedokteran. Di antaranya, steteskop, alat tensi darah, peralatan bedah, injeksi, perban, dan aneka obat-obatan.
"Keduanya akan dijerat dengan UU 39 tahun 2009 tentang kesehatan dan UU 29 tahun 2004 tentang praktik kesehatan tanpa register dan surat izin. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," papar AKP Priyo Purwandito.
Keterangan yang dihimpun, Herman Sucipto membuka praktek kedokteran sejak 5 tahun silam. Bapak dua anak itu 'mewarisi' peralatan medis milik ayahnya yang dulu berprofesi mantri kesehatan. Dia juga mempelejari pengobatan yang dilakukan ayahnya.
Tarif yang dipatok selama membuka praktik juga relatif murah berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu. "Pasiennya tidak banyak, dalam seminggu paling hanya 2 – 3 pasien saja. Kadang kami juga ditelpon kalau ada warga yang sakit,” kata Herman kepada detiksurabaya.com.
Tiga tahun berlalu, Herman merasa praktek kedokterannya berjalan lancar. Sejak itu dia mengajak Santawi sebagai asistennya. Dari situlah, Santawi belajar cara menangani dokter hingga akhirnya dia nekat buka praktik sendiri.
"Tapi saya tidak menerima khitan, pak. Saya hanya setahun ikut dia (Herman, red), lalu saya buka praktik sendiri sejak setahunan yang lalu," tutur pria yang hanya jebolan kelas V SD itu.
(gik/gik)











































