Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa 'Kuasai' SPBU

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa 'Kuasai' SPBU

- detikNews
Senin, 26 Mar 2012 12:07 WIB
Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Kuasai SPBU
Malang - Aksi penolakan kenaikan harga BBM terus dilakukan mahasiswa di Malang. Kali ini, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menduduki SPBU di Jalan Bendungan Sutami, Kota Malang, Senin (26/3/2012).

Akibat aksi mahasiswa ini, pelayanan di SPBU bernomor 54.65131 itu terhenti total. Puluhan aparat kepolisian mengawal ketat aksi pengunjuk rasa.

Mahasiswa juga melengkapi diri dengan poster bertulis mengecam kenaikan harga BBM yang dianggap membuat derita rakyat bertambah. Dalam orasinya, mahasiswa memandang pemerintah pro terhadap kapitalisme yang selama ini mengeksploitasi minyak dan gas milik Indonesia. Puluhan pendemo lain memilih duduk di lantai SPBU seraya mendengarkan orasi rekannya.

"Pemerintah sudah tidak pro rakyat," teriak mahasiswa.

M. Dikri perwakilan mahasiswa mengatakan, aksi ini merupakan bukti penolakan dari wacana kenaikan harga BBM. Mereka mengancam akan terus menggelar aksi serupa jika pemerintah menjalankan kebijakan itu.
"Ini wujud penolakan kami, jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM, kami akan melakukan aksi serupa nanti," ujar Dikri di sela aksi.

Sikap mahasiswa ini kemudian mendapat respon petugas dengan meminta mereka meninggalkan lokasi SPBU melalui megaphone. "Tolong tinggalkan SPBU, jangan menggangu masyarakat yang ingin membeli BBM," kata petugas kepada mahasiswa.

Imbauan petugas seraya membius mahasiswa yang kemudian berangsur meninggalkan SPBU serta memilih melanjutkan aksinya di DPRD Kota Malang dengan menumpang tiga truk.

Drama pendudukan SPBU ini sempat membuat tegang karyawan SPBU. Aksi mahasiswa itu juga menyebabkan kerugian bagi pengelola jasa tersebut. "Ya pastinya kami merugi, tapi ketakutan sedikit reda karena ada aparat," ujar Manager SPBU Cinta Nora dikonfirmasi terpisah.

Menurut Cinta, aksi mahasiswa menduduki tempat kerjanya ini disaat masyarakat banyak membeli BBM, biasanya BBM jenis premiun dan solar sudah laku terjual hingga 2 ton pada saat itu.

"Kalau gak ada demo, bisa 2 ton BBM terjual. Kalau dikalikan harganya sudah berapa kerugian kami," keluh Cinta seraya mengaku setiap hari mendapatkan kuota BBM sebanyak 25 ton.
(bdh/bdh)
Berita Terkait