Aksi dramatis itu terjadi pada Minggu (25/3/2012) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarisman mengatakan, mayat pelaku masih divisum di kamar mayat RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Menurutnya, kejadian berdarah bermula dari kambuhnya Asdiman yang sejak lama mengalami gangguan jiwa. Pada tengah malam, tiba-tiba Asdiman mengamuk dengan membawa 2 bilah celurit yang dihunus di kedua tangannya.
"Malam itu juga warga Desa Bujur Barat gempar dengan mengamuknya Asdiman. Warga makin ketakutan, setelah Asdiman membacok Giman dan istrinya yang masih tetangganya," jelas AKBP Nanang, Senin (26/3/2012).
Karena terus mengamuk, warga lalu mengontak polisi. Kapolsek Batumarmar, AKP Osa Maliki memimpin pengamanan Asdiman. Namun, Asdiman malah mengancam polisi dan warga.
Asdiman terus berlari sambil mengacung-acungkan kedua celuritnya. Melihat banyak warga yang terancam bahaya, seorang anggota reskrim Aiptu Taufiqurahman mencoba menenangkan Asdiman.
"Sayang, Asdiman terus mengamuk dan sempat menyabetkan celuritnya ke bahu anggota saya itu. Kini Aiptu Taufik beserta Giman dan istrinya dirawat di rumah sakit," jelas AKBP Nanang.
Pelaku positif mengalami gangguan jiwa karena pada tahun 1998 sempat dirawat di RSJ Menur Surabaya. Setelah 10 tahun dirawat, Asdiman pulang kampung pada tahun 2008 dan bekerja sebagai petani biasa.
"Entah bagaimana penyebabnya, tiba-tiba penyakit gangguan jiwa Asdiman kambuh malam tadi hingga melukai 2 warga sipil dan seorang anggota polisi. Untuk menjawabnya, saya perintahkan anggota menyelidikinya," tegasnya.
(fat/fat)











































