Keluarga AG du Dusun Krajan, Desa Langkat, Kecamatan Bangsalsari, mengaku selama 3 tahun tidak pernah mendapat kabar dari AG. Mereka mengira selama ini AG bekerja sebagai kuli bangunan.
"Kami disini tahunya cuma bekerja di proyek sebagai kuli bangunan. Kok tiba-tiba ada kabar katanya terlibat ditembak karena ikut jaringan teroris," ujar Nur Hayati, adik AG kepada detiksurabaya.com, Kamis (22/3/2012)
Untuk itu, ungkap Hayati, keluarga di Jember berharap jenazah AG yang kini sedang menjalani test DNA di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya untuk dikebumikan.
Sejak terdengarnya kabar jika AG tewas ditembak karena terlibat jaringan terorisme, rumah yang ada di kampung halamannya dipenuhi banyak sanak saudara yang ingin mendengar kepastian kabar yang kini menjadi buah bibir sejumlah media.
"Usai mendengar kabar dari tetangga saya kaget dan langsung kesini untuk bertanya kebenaran kabar tewasnya kakak," ungkap Sri Utami sepupu AG.
Bahkan, untuk memastikan kebenaran AG, pihak keluarga juga dijemput polisi dari Polsek Bangsalsari. Di ruang pemeriksaan, salah satu keluarga dimintai keterangan terkait latar belakang AG selama ini.
Rencananya tambah Hayati, keluarga akan mendatangi RS Polri untuk melihat kepastian jika AG adalah anggota keluarganya.
(bdh/bdh)










































