Tolak Kenaikan Harga BBM Mahasiswa Bakar Sepeda Motor

Tolak Kenaikan Harga BBM Mahasiswa Bakar Sepeda Motor

- detikNews
Kamis, 22 Mar 2012 11:41 WIB
Tolak Kenaikan Harga BBM Mahasiswa Bakar Sepeda Motor
Pamekasan - Aksi demo penolakan kenaikan harga BBM makin anarkis. Mahasiswa GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Pamekasan, membakar 1 unit sepeda motor yang terparkir di halaman gedung DPRD setempat.

Pembakaran sepeda motor itu berlangsung cepat. Saat membakar aneka poster dan spanduk demo, tiba-tiba seorang mahasiswa bernisial Z menyeret sepeda motor yang hingga saat ini belum diketahui identitas pemiliknya.

Aksi pembakaran sepeda motor itu langsung menyedot perhatian warga dan
sejumlah pegawai Sekretariat Dewan dan kantor Sekretariat Kabupaten. Ratusan personel polisi hanya menonton aksi pembakaran.

Belakangan diketahui, sepeda motor yang dibakar itu telah disiapkan mahasiswa yang berdemo. "Diduga sepeda motor yang dibakar itu sepeda motor bodong alias tanpa dilengkapi surat resmi," ujar seorang perwira polisi yang enggan disebut jati dirinya, Kamis (22/3/2012).

Sejumlah polisi kesulitan memadamkan sepeda motor yang dibakar mahasiswa. Setelah belasan ember air yang diambil dari kamar mandi gedung DPRD, api yang menjilat sepeda motor itu berhasil dipadamkan.

Tak ada seorangpun mahasiswa yang ditahan dalam peristiwa pembakaran sepeda motor itu. Sebelum aksi anarkis di halaman gedung dewan, mahasiswa GMNI mengawali aksi di bundaran Taman Arek Lancor.

Diawali dengan aneka orasi dari pentolan GMNI Pamekasan, mahasiswa kontan membakar ban bekas. Saat api mulai berkobar, mahasiswa menyorongkan poster bergambar SBY - Boediono kedalam bara api.

"Kenaikan BBM merupakan jalan pintas untuk menyengsarakan rakyat yang
sudah lama hidup miskin dan bodoh. Mari kawan, kita tolak kenaikan BBM," teriak Saiful, salah seorang orator GMNI, Kamis (22/3/2012).

Aksi mahasiswa berjalan lancar tanpa larangan polisi. Puas membakar ban bekas, mahasiswa meninggalkan ban yang masih menyalakan api menuju Kantor Bupati dan Gedung DPRD yang berada dalam satu komplek di Jalan Kabupaten. Puluhan mahasiswa itu longmarch sejauh 2 Km.

Seorang bintara polisi tampak meminta seember air kepada pemilik warung makan di utara Masjid Jami As Syuhada. Untuk memadamkan api dari ban bekas, bintara polisi itu memerlukan 2 ember air bekas air cucian.

(fat/fat)
Berita Terkait