Setelah menggelar dialog budaya di Ponpes Tambakberas, Slank dan Bunda Iffet langsung menuju makam Gus Dur di Tebuireng. Kedatangan mereka disambut hangat oleh adik kandung Gus Dur, KH Sholahuddin Wahid. Setelah sowan ke kediaman keluarga besar, mereka langsung menuju komplek makam.
Setiba di komplek pemakaman keluarga besar pendiri Ponpes Tebuireng, mereka langsung memanjatkan doa tahlil yang dipimpin Sastro Al Ngatawi. Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho dan Abdee terlihat khusyuk berdoa di atas pusara makam Gus Dur. Saat pembacaan salawat nabi, mereka terlihat khidmat.
Usai melakukan doa dan tabur bunga, Slank langsung dikeroyok ratusan santri yang berebut minta tanda tangan. Baju, sarung dan peci mereka diacungkan ke para personel Slank.
"Jangan baju sama kopiah, nanti kalau kotor dimarahi pak kyai," kata Bimbim meski tak dihiraukan para santri.
Selain Bimbim, tangan Kaka juga jadi rebutan tanda tangan. Menurut Kaka, sosok Gus Dur adalah kyai yang sangat gaul. Selain faham agama, Gus Dur juga fama betul mengenai musik.
"Gus Dur paham betul aliran Rock 'n Roll dan Blues. Beliau orang seni dan kyai yang layak jadi panutan musisi," ucapnya.
(fat/fat)











































