Meluas, Serangga Tomcat Merambah Situbondo

Meluas, Serangga Tomcat Merambah Situbondo

- detikNews
Selasa, 20 Mar 2012 16:51 WIB
Meluas, Serangga Tomcat Merambah Situbondo
Situbondo - Teror serangan Serangga Tomcat terus meluas ke wilayah timur Jawa Timur. Seorang balita di Situbondo menderita penyakit kulit di bagian telinga hingga pipi kanannya akibat toksin Tomcat. Selain gatal-gatal dan memerah, bagian kulit M Nashihul Ibad juga seperti luka bakar.

Kedua orang tuanya pasangan Amiruddin Hosnan (31) dan Maya (29) sempat kebingungan dengan penyakit yang diderita balitanya yang masih berumur 18 bulan. Pasutri warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota Situbondo, itu pun segera memeriksakannya ke dokter.

"Sakitnya empat harian lalu. Sejak kulitnya begitu, anak saya langsung panas dan batuk-batuk. Kata dokter anak saya kena penyakit kulit dan sudah diberi obat salep. Sekarang mendingan," kata Amiruddin Hosnan kepada detiksurabaya.com, Selasa (20/3/2012).

Pasutri Amiruddin dan Maya baru tahu kalau balitanya diserang Serangga Tomcat, setelah melihat media online dan tayangan televisi. Gambar serangga yang ditampilkan sama persis dengan yang menggigit kulit telinga Nashihul Ibad hingga gatal, memerah, lalu terluka.

"Waktu menggigit telinga si Ibad, saya kira itu semut biasa. Makanya langsung saya bunuh, tapi tidak cepat mati. Serangganya persis dengan yang ada di berita-berita itu," timpal Maya.

Celakanya, keluarga Amiruddin menengarai masih ada serangga sejenis yang bersarang dalam rumahnya. Dia sempat melihat serangga mirip dengan yang menggigit kulit telinga Nashihul Ibad masuk ke bawah lemari dalam rumahnya.

"Dengan yang menggigit Ibad itu ada tiga ekor, tapi yang dua ekor masuk ke bawah lemari," tukas Nur Hayati, ibunda Amiruddin.

Sementara Dinas Kesehatan Situbondo mengaku belum menerima laporan adanya serangan Serangga Tomcat di Situbondo. Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Husnul mengatakan, setiap ada serangan penyakit biasanya selalu ada laporan, baik dari pihak rumah sakit maupun puskesmas.

"Sampai sekarang kami belum menerima laporan. Coba nanti kami cek ke puskesmas-puskesmas. Kalau ada indikasi serangan pasti langsung kita atasi," tandas dr Husnul saat dihubungi detiksurabaya.com.

(fat/fat)
Berita Terkait