Sudah 3 bulan lamanya tim medis melakukan kemoterapi untuk menghilangkan tumor yang sudah mengakibatkan lingkar perutnya semakin membuncit. Pekan depan keempat kalinya Ditta menjalani penyembuhan itu.
Kondisi Ditta juga jauh seperti bayi seusia pada umumnya. Akibat tumor yang menggeroti tubuh Ditta mengurus hingga hanya berbobot 8 kg.
Menurut Sri Winarti, menginjak usia 15 bulan putrinya sudah mengeluh sakit. Awalnya sakit panas yang diderita bisa terobati dengan obat penurun panas, namun kondisi Ditta semakin memburuk dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kata dokter menderita hepato plaotoma atau tumor liver," kata Winarti di Ruang Hepatologi RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, elasa (20/3/2012).
Winarti melanjutkan, selama setengah bulan putrinya mendapat perawatan intensif di RS Pelem, Pare, Kabupaten Kediri. Usaha itu tak memberikan hasil pasti, bahkan Ditta seringkali buang air besar bercampur darah.
"BAB diikuti darah, makanya langsung dirujuk kesini," sambung ibu tiga anak ini.
Ia menambahkan, sejak dilahirkan kondisi putrinya tergolong normal dengan berat lahir 3,1 kg dan panjang 5,1 cm. Selain kemoterapi, lanjut Winarti, putrinya juga harus menjalani transfusi darah 2 kali dalam sepekan. Dampak kemoterapi juga menyebabkan sejumlah luka muncul pada tubuhnya.
"Dua kali dalam sepekan harus transfusi darah," ujar Kasiran seraya mendampingi Winarti.
Dalam beberapa hari ini Ditta tengah kembali belajar mengonsumsi makanan, sebelumnya bayi malang ini menolak mengonsumsi makanan.
"Ini masih kembali belajar menerima makanan, sebelumnya gak mau," tutur warga Jalan Surya Desa Sambi Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri.
(fat/fat)










































