Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan terjadinya kecelakaan diawali pelanggaran marka jalan dan berusaha menyalip kendaraan di depannya.
"Dari hasil olah TKP sementara dan pengakuan saksi, Bus Sugeng Rahayu nopol W 7743 UY berusaha menyalip kendaraan di depannya dengan melanggar marka jalan lurus. Disaat yang bersamaan di depan kendaraan yang akan disalip bus, muncul Toyota Avanza L 1310 TS berusaha nyalip kendaraan di depannya tapi tidak melanggar marka. Karena diposisi marka garis putus-putus," kata Wahid saat dihubungi, Minggu (18/3/2012).
"Saat berusaha nyalip tapi di depannya ada Avanza, tapi Bus Sugeng Rahayu yang saat itu posisinya kecepatan tinggi langsung menabrak Avanza dari belakang hingga oleng ke samping kanan dan menabrak pohon jati. Usai menabrak, bus ternyata oleng dan kembali menabrak Avanza yang posisinya sudah menabrak pohon jati," imbuhnya.
Untuk korban meninggal, luka berat dan ringan, kata Wahid, penumpang Toyota Avanza. Sedangkan penumpang Bus Sugeng Rahayu termasuk sopirnya sama sekali tidak mengalami luka.
"Yang meninggal 3 orang, kemudian luka berat dua dan dua luka ringan. Semua korban luka dan meninggal dari Toyota Avanza," pungkasnya.
Saat ditanya identitas sopir bus, Wahid mengaku pihaknya masih belum punya. Ia mengaku semuanya masih ditahan oleh polisi untuk keperluan penyelidikan.
"Identitasnya sopir bus kita belum tahu siapa, masih ditahan polisi," jawab Wahid.
Ditanya lebih lanjut, berapa kecepatan bus saat akan berusaha mendahului dua kendaraan di depannya? Wahid mengaku masih belum mengetahui persis.
"Saya belum tahu berapa, karena semua ini masih hasil olah TKP sementara. Tapi yang pasti di atas rata-rata jika melihat kondisi kendaraan yang ditabrak dari belakang," ujarnya.
(ze/fat)











































