Kapal Tenggelam, 13 Nelayan Muncar Luka-luka

Kapal Tenggelam, 13 Nelayan Muncar Luka-luka

Irul Hamdani - detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 14:58 WIB
Banyuwangi - Sebuah kapal penangkap ikan milik Tunggak, juragan ikan asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi, tenggalam disapu ombak ganas saat melaut. Kapal jenis gardan itu celaka di Perairan Ujung Pasir, Selat Bali, Jumat (16/3/2012).

Meski begitu ke-13 anak buah kapal (ABK) bernama Mina Jaya itu selamat dan hanya mengalami luka ringan. Para ABK sempat terapung di laut sekitar 15 menit sebelum akhirnya datang pertolongan dari kapal nelayan Muncar lainnya.

Hariyanto (35), seorang ABK mengatakan, dia dan rekan-rekannya berangkat melaut, Kamis (15/3/2012) sore pukul 16.00 Wib. Hari itu mereka menuju ke Perairan Ujung Pasir untuk menangkap ikan tongkol. Tiba di sana para ABK langsung menebar jaring.

"Ombaknya tinggi dan anginnya kencang," ujarnya ditemui detiksurabaya.com, sesaat dievakuasi di Pelabuhan Brak Kalimoro, Muncar.

Nah saat itulah gelombang menerjang kapal dan memecahkan papan dindingnya. Namun hal itu baru disadari setelah air sudah memenuhi kabin kapal. Saat itu bertepatan dengan para ABK menarik jaring yang sudah penuh dengan ikan tongkol.

Meski berupaya menguras air namun langkah itu kalah cepat dengan air laut yang masuk. Terlebih beban kapal bertambah karena jaring yang dipenuhi ikan. Sehingga saat gelombang menghempas untuk sekian kalinya kapal langsung tenggelam.

"Haluan kapal yang terlebih dulu tenggelam dan langsung terbalik," kenangnya.

Beruntung kejadian itu diketahui kapal ikan lainnya. Sehingga para ABK naas dengan cepat bisa ditolong. Sementara kapal Mina Jaya tidak dapat diselamatkan karena tenggelam dikedalaman 300 meter.

Suasana haru terlihat saat para ABK tiba di Pelabuhan Brak Kalimoro. Anak istri para ABK berbaur dengan warga lainnya menyambut kedatangan mereka. Isak tangis sempat mewarnai pertemuan tersebut.

"Alhamdulillah, Allah masih berikan umur panjang," ucap seorang perempuan sembari memeluk suaminya.

Sementara itu, Stasiun Metereologi Klimatologi dan Geofisika, Banyuwangi, menyatakan beberapa hari terakhir cuaca di Banyuwangi dan sekitarnya kurang bersahabat. Cuaca buruk itu dampak dari badai tropis yang terjadi di Australia.

Tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur bisa mencapai 5 meter. Termasuk laut selatan Banyuwangi. Diimbau pada nelayan dan aktifitas pelayaran untuk selalu waspada hingga lima hari kedepan.

"Dampak dari badai tropis di Australia, badai Lua namanya," ujar Prakirawan Cuaca, Stasiun Metereologi Klimatologi dan Geofisika, Banyuwangi, Anjar Triono Hadi, pada wartawan.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini