Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon milik warga. Sejumlah ternak sapi milik warga juga mati akibat tertimpa reruntuhan kandang yang ambruk disapu angin kencang.
"Anginnya kencang sekali bersamaan dengan hujan deras. Warga banyak yang ketakutan dan berlarian keluar rumah," kata Kepala Desa Kendit Umami saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (15/3/2012).
Hasil pendataan sementara, sebanyak 57 rumah rusak itu terdiri dari 9 rusak berat dan sisanya rusak ringan. Rumah rusak itu tersebar di empat Desa di Kecamatan Kendit.
"Khusus di Desa Kendit rumah rusak mencapai 28 rumah, rinciannya 6 rusak berat dan 22 rusak ringan," beber Umami.
Selebihnya kerusakan rumah juga terjadi di Desa Rajekwesi 9 unit rumah, Desa Balung 17 rumah, dan Desa Klatakan sebanyak 3 rumah.
"Untuk ternak sapi yang mati itu milik warga Desa Balung dan Desa Rajekwesi, masing-masing 1 ekor," timpal Camat Kendit, Prijadi Widajatno.
Hingga pukul 16.30 WIB, warga di empat desa sibuk beraktivitas akibat angin kencang. Mulai membetulkan atap rumahnya yang rusak, hingga memotong pohon tumbang. Ada juga warga yang memangkasi ranting pohon besar di sekitar rumahnya karena takut ambruk diterjang angin.
"Kalau atap rumah tidak dibetulkan kami khawatir hujan lagi, nanti dalam rumah bisa banjir karena hujan," ujar Yugo, warga Desa Balung Kecamatan Kendit, Situbondo.
(bdh/bdh)











































