Keroyok Wanita Simpanan Hingga Babak Belur, Pasutri Diamankan

Keroyok Wanita Simpanan Hingga Babak Belur, Pasutri Diamankan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 14 Mar 2012 11:13 WIB
Situbondo - Cinta segitiga diduga menjadi motif pengeroyokan terhadap seorang wanita asal Malang. Dian Siska Megawati (22) dihajar pasangan suami istri (pasutri) di Situbondo hingga babak belur. Selain pelipis mata kirinya luka, dagu dan kedua pipi Dian Siska Megawati juga bengkak.

Akibat kompak menganiaya, Sunarka Wibawa (27) dan Indah Arkyna Wati (24) kini sama-sama ditetapkan menjadi tersangka. Bahkan pria asal Kupang, NTT, itu harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Panji, Situbondo. Sedangkan istrinya tidak ditahan karena sedang hamil.

"Meski istrinya tidak ditahan, kasusnya akan tetap berlanjut. Istrinya tidak akan lari, karena suaminya di tahanan," kata Kapolsek Panji AKP Mas Akhmad Sujalmo kepada detiksurabaya.com, Rabu (14/3/2012).

Keterangan yang dihimpun, korban adalah wanita simpanan Sunarka Wibawa. Sedangkan Indah Arkyna Wati wanita asal Situbondo, istri Sunarka yang dinikahi secara siri.

Beberapa hari lalu mereka sempat tinggal bersama di rumah kerabat Sunarka di Perumahan Bukit Salju di Kelurahan Ardirejo Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo.

Selama tinggal bersama, kedua wanita itu diduga saling menyimpan rasa cemburu. Puncaknya terjadi pada Sabtu (10/3/2012) lalu. Saat itu Dian Siska Megawati meminta ATM BRI miliknya yang ada di tangan Indah Arkyna Wati.

Entah kenapa, Indah Arkyna langsung emosi dan langsung menjambak rambut Dian Siska. Tak hanya itu, pelipis mata kiri Dian Siska juga dicakar hingga luka. Dian Siska pun berteriak-teriak minta tolong. Mendengar ada gaduh, Sunarka yang ada di rumah langsung datang. Bukannya melerai, dia malah ikut menghajar Dian Siska hingga babak belur.

"Dugaan sementara motifnya cemburu. Karena korban juga mengaku sempat dinikahi secara siri. Tapi kami masih terus mendalami," pungkas Kapolsek AKP Mas Akhmad Sujalmo.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini