Informasi menyebutkan, sebenarnya W dan R ini adalah sahabat karib. Keduanya pelajar kelas XII sebuah SMK swasta di Kecamatan Muncar. Bahkan keduanya duduk satu bangku di kelas yang sama.
Persahabatan keduanya terbilang unik. Betapa tidak, W saat ini diketahui berpacaran dengan pemuda berinisial B. Nah, B sendiri bekas pacar R dan itu diketahui oleh W.
Meski begitu tidak ada persoalan yang ditunjukkan diantara keduanya. Namun masalah muncul saat W mengetahui bila pacarnya kerap sms-an dengan R. Apalagi, beberapa SMS ada kata-kata yang dianggap menyudutkannya.
Singkat cerita, sms itu akhirnya terbaca oleh W ditelepon seluler B, pacarnya. Di sisi lain, ternyata B juga menyudutkan R melalui SMS yang dikirim kepada W. Dampaknya W dan R terlibat perang dingin. Keduanya saling sindir di tiap kesempatan bertatap muka di sekolah.
Puncaknya, saat jam sekolah bubar, Rabu (13/3/2012) siang tadi. W mendatangi R saat berada tak jauh dari gedung sekolah. Cekcok mulut pun terjadi dan berujung pada bentrok fisik.
Keduanya saling cakar, saling jambak bahkan saling bogem. Akibatnya wajah keduanya sama-sama mengalami luka lebam. Perkelahian itu terhenti setelah dilerai oleh teman-temannya.
Rupanya R tidak terima dengan peristiwa itu. Dia mengadukan W ke Mapolsek Muncar. Agar tidak berlarut-larut, polisi akhirnya memediasi kedua pelajar tersebut.
"Kita damaikan, hanya persoalan sepele rebutan laki-laki," kata Kasi Humas Polsek Muncar, Aiptu Putu Ardana kepada detiksurabaya.com di kantornya.
Saat dimediasi sempat terjadi tarik ulur. Baik W dan R ngotot sama-sama diposisi yang benar. Namun pada akhirnya keduanya berdamai di hadapan petugas dan orang tuanya.
Sebelum pulang, polisi meminta mereka untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.
(fat/fat)











































