Polda Jatim Bantah Ada Pelemparan Bom Molotov Pada Bonek di Lamongan

Polda Jatim Bantah Ada Pelemparan Bom Molotov Pada Bonek di Lamongan

Norma Anggara - detikNews
Senin, 12 Mar 2012 15:53 WIB
Surabaya - Polda Jatim memastikan tidak ada insiden pelemparan bom molotov pada suporter Persebaya di Lamongan, Sabtu (10/3/2012). Sebab, 200 personel polisi dipastikan berjaga di sepanjang perlintasan kereta.

Pernyataan ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib kepada wartawan di Mapolda Jatim, Senin (12/3/2012. Bahkan ia menegaskan bahwa polisi berjaga selama 2x24 jam sejak hari Jumat (9/3/2012) hingga Minggu (11/3/2012).

"Tidak ada pelemparan bom molotov. Sebaliknya, bonek yang menumpang di atas kereta barang melempari batu ke bawah. Petugas kami sudah berjaga sejak Jumat (9/3/2012)ke Sabtu, dan Sabtu ke Minggu (11/3/2012)," kata Kombes Pol Hilman Thayib).

Laporan yang diterima, lanjutnya, pelemparan batu memang terjadi di perlintasan Lamongan. Namun, pelemparan itu dilakukan bonek sendiri yang menumpang kereta barang.

Empat bonek yang tewas ini diduga kuat karena tersangkut kabel kemudian jatuh hingga mati. Dua bonek bahkan mengalami luka parah di tengkorak kepala dan terputus kepalanya akibat terkena seng rambu-rambu perlintasan KA.

"Mungkin saking asiknya mereka (bonek) melempari batu ke bawah, mereka tak waspada ada kabel dan seng rambu-rambu di atas kereta," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 4 suporter Persebaya tewas saat dalam perjalanan ke Bojonegoro. Para bonek yang menumpang kereta barang ini bertujuan menonton pertandingan tandan antara Persebaya dengan Persibo Bojonegoro Sabtu (10/3/2012).

Dugaan awal, empat bonek ini dilempari ketika melintas di wilayah Lamongan. Namun, versi polisi menyebutkan bonek tewas karena kecelakaan.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini