Pemerkosaan yang menggegerkan kota berjuluk Gerbang Salam atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami itu. sangat disesalkan kalangan ulama setempat.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebelum diperkosa, korban yang akan ke rumah kerabatnya di Kecamatan Waru, menumpang MPU yang dikemudikan MM (32), warga Desa Waru.
Saat pertama naik di Terminal Kota, korban masih melihat ada 7 orang penumpang. Dalam perjalanan menuju Waru, 3 orang penumpang turun di Pasar Blumbungan.
Kemudian, 4 orang penumpang lainnya turun di Pasar Pakong. Tersangka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota kecamatan Waru. Dalam perjalanan itulah, muncul niat jahat tersangka.
Saat melintas kawasan hutan menuju Waru, tersangka menghentikan kendaraannya. Sesaat kemudian, tersangka turun dan menuju pintu belakang lalu membekap korban.
Korban yang duduk sendirian di jok tengah tak berkutik. Meski sempat melawan, namun tersangka berhasil menaklukkan korban dan memperkosanya. Usai melaksanakan hajatnya, korban dipaksa turun dan ditinggal di pinggir jalan.
Beruntung dompet korban tak ikut dirampas. Dengan sisa uang di dompetnya, korban menghentikan MPU dan akhirnya pulang ke Kota Pamekasan. Sesampainya di rumah, korban menceritakan pengalaman pahitnya ke keluarganya. Korban akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi.
Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Suyuno mengatakan, setelah dikejar akhirnya tersangka menyerahkan diri. "Saat ini tersangka sedang disidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak," pungkas Suyono.
(fat/fat)










































