Rio (25), salah satu pemilik toko sepatu di Jalan Pemuda Bojonegoro, berharap ini adalah terakhir pertandingan sepak bola melawan Persebaya digelar di Bojonegoro. Pasalnya ulah bonek sudah merugikan masyarakat Bojonegoro.
"Dua hari kita tutup karena tahu bonek berdatangan, tetapi toko saya malah ludes dagangannya jadi sasaran penjarahan," keluh Rio kepada detiksurabaya.com, Minggu (11/3/2012).
Rio menambahkan, pihak panpel pertandingan harus bertanggung jawab. Toko Sepatu Mario milik Rio ini saat terjadi penjarahan mengalami kerugian hingga Rp 200 juta. Pihaknya mengadu ke panpel bersama-sama dengan warga.
Sementara Ketua Panpel Pertandingan Moh Subeki saat dikonfirmasi detiksurabaya.com mengatakan akan melakukan investigasi terkait kerusuhan Sabtu sore.
Namun Moh Subeki enggan disalahkan, karena panitia telah melakukan kontrak dengan pihak keamanan, sehingga kejadian anarki itu bukan sepenuhnya tanggung jawab panpel.
"Kita akan lakukan dengar pendapat dengan warga, serta melakukan pendataan terkait aksi penjarahan, namun kita tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena kita telah bekerja sama dengan pihak keamanan dengan kontrak yang jelas. Tetapi kita tidak mau berdebat siapa yang salah," terang Moh Subeki saat dihubungi.
Hingga pukul 12.00 WIB, suasana di Jalan Pemuda masih lengang dan banyak toko yang tutup.
(fat/fat)











































