Dari pantauan di lokasi, Rabu (7/3/2012), amblesnya salah satu pilar tengah jembatan yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu membuat bagian atas jembatan patah dan miring.
Diduga banyaknya truk besar yang melintas dan derasnya arus sungai akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut menjadi penyebab amblesnya jembatan Pelinggisan.
"Iya, truk-truk besar ya lewat sini," kata Kholik, warga setempat kepada detiksurabaya.com.
Akibat amblesnya jembata tersebut, arus lalu-lintas pun dialihkan ke rute lain yang jaraknya lebih dari 1 Km. Agar para pengendara mengetahui amblesnya jembatan yang direhab pada tahun 1987 tersebut, warga pun memasang bambu di kedua sisi jembatan.
"Kalau tidak dikasih bambu banyak yang tidak tahu dan masih melintas, kan bahaya," kata Kholik salah seorang warga.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatan, amblesnya jembatan diakibatkan karena usia jembatan yang sudah sangat tua. Selain usia, beban berat dari truk-truk tambang pasir juga menjadi penyebab amblesnya jembatan.
"Usianya sudah tua, sementara bebannya berat. Tapi rencananya tahun ini akan kita bangun," kata Hari.
(fat/fat)
