Hal itu tersirat dari pernyataan pelatih Ayeyawady, Joseph Herel, dalam konferensi pers di Stadion Gajayana, Malang, Selasa (6/3/2012). Salah satu faktornya, ia mengaku buta kekuatan Arema.
"Bukan menang atau kalah, tapi kami lebih memanfaatkan kesempatan bisa bertanding di kompetisi ini," ujar Herel.
"Soal Arema kita tidak tahu penuh, hanya sepenggal informasi yang kami dapatkan. Namun, itu bisa menjawab permainan Arema besok," tambah dia.
Hal lain yang bisa menjadi kendala buat klub runner-up Liga Myanmar musim lalu itu adalah, beberapa pemainnya sedang memperkuat timnasnya di ajang Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.
"Banyak pemain kami sedang membela negaranya dalam Piala Sultan Brunei. Tapi besok kami siap menghadapi Arema," imbuh pelatih asal Slovakia itu.
Saat ditanya kemungkinan timnya akan bermain defensif, mengingat banyak pemain yang dibawa ke Malang bertipe pemain bertahan, Herel membantah. Ia menegaskan timnya tetap akan bermain sebaik mungkin.
"Dari 18 pemain kami, merupakan pemain campuran. Bukan kita kesini untuk bertahan," tukasnya.
Arema dan Ayeyawady berada di Grup H bersama dua klub lain: Kelantan (Malaysia) dan Navibank Saigon (Vietnam).
(bdh/bdh)











































