Sakdan (45) menjadikan HS sebagai sansak birahinya hingga berbuah janin alias hamil sebanyak 2 kali. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan Sakdan di rumahnya di Desa Peranti Kecamatan Asembagus, saat sedang sepi.
Namun kini Sakdan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia ditangkap polisi saat bersembunyi di rumahnya sendiri di Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Situbondo.
"Karena korban masih di bawah umur, maka pelaku akan kami jerat dengan UU No 23 tahun 2002 tetang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto kepada detiksurabaya.com, Selasa (6/3/2012).
Keterangan yang dihimpun, kelakuan bejat Sakdan 2 kali dilakukan setiap mertua yang juga ibunda HS, yakni Norwani (60) keluar dari rumahnya untuk menjaga toko. Situasi sepi itu dimanfaatkan Sakdan untuk menghilangkan rasa kesepian setelah 2 tahun ditinggal istrinya Hosniyah (43) kerja di Malaysia.
Sasaran Sakdan adalah adik iparnya sendiri. Sakdan memaksa HS masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, HS juga dipaksa melayani hasrat birahinya hingga mencapai klimaks. Pertama kali perbuatan itu dilakukan siang hari sekitar pukul 11.00 WIB. Karena ketagihan, Sakdan mengulangi lagi malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.
"Dari keterangan pelaku, awalnya korban memang menolak digauli. Tapi karena terus dipaksa, korban akhirnya diam saja," tutur AKP Sunarto.
Saat pertama kali melakukan, Sakdan sempat memberi uang kepada HS sebesar Rp 20 ribu untuk membeli minuman bersoda. Tujuannya tentu saja agar HS tidak sampai hamil. Namun upaya itu sia-sia karena semakin lama perut HS kian membesar akibat hamil.
"Ibunya lapor ke polisi setelah tahu anaknya hamil, pada April 2011 lalu. Saat dilaporkan itu korban hamil sekitar 6 bulan, mungkin sekarang sudah lahir," imbuh Sunarto yang mantan Kapolsek Srono, Banyuwangi itu.
Namun meski mengakui perbuatannya, Sakdan bersikukuh menolak disebut sebagai yang menghamili HS. Menurut Sakdan, 2 kali mengajak adik iparnya berhubungan intim, dia selalu orgasme di luar kemaluan HS. Sehingga dipastikan tidak akan memicu kehamilan HS.
"Waktu saya gitukan pertama dia (HS, red) juga sudah tidak perawan. Saya curiga dia itu punya pacar. Saya tidak mungkin menghamili, karena waktu mau keluar kemaluan saya langsung ditarik dan saya keluarkan ke (lantai, red) tanah," tepis Sakdan.
(fat/fat)










































