Hartanto, laki-laki berusia 27 tahun yang dikenal dengan panggilan Har Tato atau Har Karpet warga Dusun Krajan Sembungan, Desa Pondok Jeruk, Kecamatan Semboro, ditangkap polisi di rumahnya saat tidur. Menurut salah satu sumber di Polres Jember, tersangka ditembak lantaran melawan petugas saat akan ditangkap.
Di ruang pemeriksaan, tersangka yang memiliki tato di tuberkali-kali ditipu. Saat korban sedang di dalam rumah, pria kelahiran 1985 langsung membunuhnya. "Kesal saja. Berkali-kali saya ditipu," kata Hartanto kepada detiksurabaya.com, Minggu (4/3/2012).
Hingga kini, polisi masih terus melakukan pemeriksaan pada tersangka untuk mengungkap motif sebenarnya dibalik aksi pembunuhan waria penari ular.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (1/3/2012) Wahid ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kamar tengah rumah yang sekaligus menjadi
tempat usahanya. Akibat dicacah benda tajam oleh pelaku, korban mengalami luka robek di bagian wajah dan dagunya, bahkan beberapa jari tangannya putus.
(bdh/bdh)











































