"Ya itu murni masalah keluarga," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Hadiatmoko, kepada detiksurabaya.com, Selasa (28/2/2012).
Namun Kapolda enggan menjelaskan secara detail apa problem keluarga yang dialami Briptu Dody.
"Tidak etis-lah saya menjelaskan problem tersebut kepada masyarakat, karena ini privasi," imbuh Hadiatmoko.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polda Jawa Timur akan memperketat penggunaan senjata api terutama bagi anggota. "Akan ada ujian bertahap untuk memegang senjata api," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Rabu (2/2/2012), Briptu Dody ditemukan tewas di kantornya Polsek KP3. Dody tewas dengan cara mengenaskan, yakni dengan menembakkan pistol ke arah kepalanya.
(fat/fat)











































