Tim Partisipatory Disease Survailance and Response (PDSR) Situbondo hingga kini terus melakukan pengendalian virus AI di sekitar lokasi. Termasuk dengan memperketat lalu lintas unggas dan pengawasan terhadap manusia.
"Pengendalian itu sampai status desa jadi terkendali. Kami juga sudah berkoordinasi dengan LDCC (Local Deases Control Center), Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan," kata Ketua Tim PDSR Situbondo drh Gaguk Musdijianto kepada detiksurabaya.com, Jumat (24/2/2012).
Keterangan yang dihimpun, kematian 30 ekor ternak milik warga itu terjadi sejak Senin (20/2/2012) lalu. Saat itu, sebanyak 3 ekor ayam milik Poniman mati secara mendadak. Dua hari berikutnya, kematian unggas di sekitar rumah Poniman terus berlanjut hingga mencapai 25 ekor.
"Begitu menerima laporan warga, kami langsung mengambil tindakan. Termasuk melakukan tes cepat terhadap beberapa bangkai ayam. Hasilnya dinyatakan positif flu burung," sambung drh Gaguk Musdijianto.
Saat bersamaan, Tim PDSR dan Dinas Peternakan Situbondo juga melakukan penyemprotan desinfektan terhadap peternakan di sekitar lokasi kematian unggas, yakni di Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Situbondo. Selain itu, petugas juga melakukan penyuluhan terhadap warga sekitar.
"Bangkai ayam yang mati mendadak tidak sampai dibuang sembarangan. Semuanya sudah dibakar dan dikubur," tandas Gaguk yang juga Kepala Dinas Peternakan Situbondo itu.
Selesai? Ternyata masih belum. Kematian ayam milik warga di Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Situbondo, ternyata masih terus berlanjut. Dalam dua hari ini, sedikitnya ada 5 ekor ayam milik Agus warga setempat yang juga mati secara mendadak.
"Kematian 5 ekor ayam itu terjadi kemarin dan hari ini. Yang kemarin sebanyak 3 ekor, sedangkan hari ini 2 ekor," timpal drh Danu, anggota Tim PDSR Situbondo, Jumat (24/2/2012).
Untuk mengantisipasi penyebaran virus AI tersebut, Tim PDSR dan Dinas Peternakan Situbondo terus memantau kematian unggas dengan melibatkan warga. Selain itu juga melakukan kandangisasi atau karantina terhadap unggas warga yang masih tersisa.
"Munculnya virus flu burung ini di Situbondo sudah kami laporkan ke LDCC di Malang. Kami terus berusaha agar bisa segera diatasi," pungkas drh Gaguk Musdijianto.
(bdh/bdh)










































