Ngerem Mendadak, Sopir Truk Trailer Tergencet Muatan Sendiri

Ngerem Mendadak, Sopir Truk Trailer Tergencet Muatan Sendiri

- detikNews
Selasa, 21 Feb 2012 13:12 WIB
Tuban - Nasib apes menimpa Kusaeri (40), sopir trailer muat besi. Warga asal Desa Banyuputih Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (Jateng) menderita luka parah setelah besi yang diangkut kendaraannya menggencet kabin, di jalur Pantura Tuban di KM 14 di Desa Minohorejo Kecamatan Widang, Tuban.

Akibatnya, pria malang itu dilarikan ke RSUD Dr R Koesma Tuban karena kaki, dada dan kepalanya tergencet muatan besi. Evakuasi korban membutuhkan waktu 2 jam lebih, karena tubuh kabin tertimpa muatan.

Proses evakuasi yang panjang, menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan Tuban-Surabaya itu macet sampai 3 jam.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan berawal saat truk bernopol B 9439 JG bermuatan rangka trailer melaju kencang. Saat melintas di kawasan Desa Minohorejo, truk mencoba menyalip kendaraan di depannya.

Sialnya dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi sepeda motor. Kusairi yang panik langsung mengerem mendadak hingga truk pun berhenti. Tragisnya saat truk terhenti muatannya langsung menimpa kabin.

Kusairi yang mengemudi trailer tanpa disertai kenek, langsung tergencet kabin yang tertimpa mutannya sendiri. Besi-besi ukuran besar itu rupanya terlepas dari ikatan hingga menyebabkan pria itu tak sempat ke luar dari kabin. Kabin yang tertimpa kerangka besi langsung ringsek, hingga Kusairi tak bisa bergerak.

"Hanya keajaiban Tuhan yang bisa menyelamatkan supir trailer itu. Badannya seperti penyet dihimpit kabin," kata Faqih, salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (21/2/2012).

Kejadian itu langsung memacetkan arus kendaraan di jalur pantura tersebut. Polisi lalu lintas dari Polrers Tuban langsung datang ke lokasi begitu menerima informasi kejadian.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini