Dari hasil penyelidikan Sat Reskrim Polres Nganjuk, warga Tarokan Kab Kediri itu, sudah melakukan aksinya di 16 tempat kejadian perkara (TKP).
Korbannya pun mulai PNS, warga biasa hingga sekretaris desa (sekdes), termasuk Wiji Subekti tukang pijat asal Kediri yang dibunuhnya pada September 2011 lalu.
"Dari hasil penyelidikan, ada 16 tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono, kepada wartawan di mapolres, Jalan Gatot Subroto, Senin (20/2/2012).
Dari informasi yang dihimpun, aksi pembunuhan dengan cara diracuni tikus terhadap korban di 16 TKP di wilayah Nganjuk, yakni :
1. Di kawasan Prambon pada 12 Februari 2012. Tersangka Mujianto mengaku lupa identitas korban maupun tempat kejadian perkaranya (TKP).
2. Watudandang, Prambon, pada 8 Februari 2012.
3. Korban tewas, Sudarno warga Ngawi. TKP di Sumber Keputih, Tanjung Anom, pada 4 Februari 2012
4. Korban tewas, Ayani, PNS Pemprov Jatim, warga Situbondo. TKP di Getas, Tanjung Anom, pada Februari 2012.
5. TKP di Nglaban, Loceret, korbannya asal Tulungagung.
6. Korban selamat M Faiz asal Pasuruan. TKP di Kendal Kramat pada Februari 2012.
7. Korban tewas, Romadhon warga Ngawi. TKP di Jatirejo, Loceret, pada Februari 2012
8. Korban asal Kedurus, Surabaya. TKP di Kwagean, Loceret, pada 8 Januari 2012.
9. Mr X, di kawasan Balerejo, Prambon, pada September 2011
10. TKP di kawasan Ngepeh, Loceret pada awal puasa tahun 2011.
11. TKP di Bogo, pada tahun 2011.
12. TKP di Karangloh, Ngepeh, Loceret 2011.
13. TKP di Patihan, Loceret. Korbannya dikabarkan warga Surabaya.
14. TKP di Balerejo, pada September 2011. Korbannya Mr X.
15. Korban selamat Syafiil Anam yang bekerja sebagai Sekdes di Kecamatan Kemlagi, Mojokerto. TKP di Bonggah Ploso, pada 24 November 2011.
16. Korban tewas, Wiji Subekti warga Mojoroto, Kediri. TKP di Pace, pada 17 September 2011.
Dari 16 TKP, 5 korban tewas yakni, Ayani warga Situbondo; Romadhon dan Sudarno warga Ngawi; Wiji Subekti warga Kediri dan satu korban Mr X. Sedangkan, korban yang diketahui selamat, sementara ini tiga orang yakni Fais warga Pasuruan, Anton Supraptono warga Solo dan Syafiil Anam warga Kemlagi, Mojokerto. Sedangkan identitas korban lainnya, polisi enggan membeberkannya.
"Saat melakukan aksinya, dalam keadaan sadar. Dan pemeriksaan sementara, kondisi kejiwaannya normal," tuturnya.
Motif pembunuhan dan percobaan pembunuhan itu, selain cemburu dan asmara, tersangka juga berusaha menguasai harta benda korban, ketika kondisi korban sekarat akibat diberi racun obat tikus.
(roi/gik)











































