"Saya sudah mendaftar di PDIP, karena partai lain belum buka pendaftaran," kata Wisnu yang dihubungi detiksurabaya.com, Senin (20/2/2012).
Tekad mantan ketua Partai Demokrat Surabaya bertarung dalam Pilkada Bojonegoro pada akhir tahun 2012 ini sudah bulat. "Saya sudah siap lahir batin untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk Bojonegoro," kata Wisnu.
Wisnu tak memungkiri bila selama ini dirinya dikesankan sebagai politikus yang antagonis terkait sikap politiknya di Surabaya. Namun ia menyatakan apa yang dilakukan selama memimpin DPRD Surabaya sama sekali tidak pernah melanggar aturan.
Termasuk sikap kritisnya terhadap Walikota Tri Rismaharini dianggapnya sebagai bentuk fungsi kontrol legislatif terhadap eksekutif. "Saya tidak pernah korupsi, saya tidak pernah melanggar undang-undang," kilahnya.
Wisnu juga memastikan tudingan dirinya terlibat penyalahgunaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sedang diusut Polrestabes Surabaya tidaklah berdasar.
"Saya tidak pernah melakukan semua yang dituduhkan. Tidak ada korupsi," tegas politisi yang dikenal memiliki sejumlah mobil mewah itu. "Resiko politisi yang kritis dan berani kadang diopinikan buruk," terangnya.
Berbekal tekad dan pengalaman yang dimiliki, Wisnu ngotot bertarung dengan Suyoto, bupati Bojonegoro sekarang yang dikabarkan akan mencalonkan kembali.
"Bojonegoro harus maju seperti kota kota di negara maju lain. Jangan hanya bercita-cita Bojonegoro harus maju dari Lamongan saja," katanya.
Dengan berapi-api, Wisnu menilai potensi yang dimiliki Bojonegoro saat ini belum mampu menjadikan warganya sejahtera seperti yang digembar-gemborkan selama ini.
"Anak bangsa yang mampu yang bisa tumbuh berkembang. Jangan sampai kawasan yang memiliki sumberdaya strategis, tapi bagaikan tikus mati dil umbung padi. Bojonegoro harus maju. Perubahan harus dilakukan secepatnya," tegasnya.
Wisnu pun umbar janji. Bila mendapatkan amanah memimpin Bojonegoro, dirinya akan melakukan perubahan besar-besaran dalam waktu lima tahun. "Gantungkan cita cita setinggi langit. Revolusi ekonomi, percepatan perizinan, pemotongan birokrasi. Dan bupati harus melayani masyarakat. Tidak sok-sokan," janjinya.
Berani tidak korupsi? "Lima tahun Bojonegoro harus berubah total menjadi lebih baik. Saya akan teken kontrak tidak akan korupsi. Pecat langsung jika korupsi. Tulis besar-besar ya," kata Wisnu yang telah mendaftar melalui PDIP Bojonegoro pada, Minggu (19/2/2012).
Tekad bulat masuk Bojonegoro itu kata Wisnu juga bukan karena keinginan pribadi. Ia mengklaim jika selama ini banyak yang telah meminta dirinya menggantikan Suyoto. "Saya juga sudah komunikasi dengan partai-partai besar di Bojonegoro," katanya tanpa bersedia mengungkap partai yang akan mengusungnya.
Partai Demokrat juga termasuk di dalam gerbong partai besar itu? "Belum, tapi saya kira nanti akan ikut mengusung saya untuk menjadikan Bojonegoro ada perubahan yang lebih baik dan lebih sejahtera," katanya.
(gik/gik)










































