Awan panas itu terlihat jelas dari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang hanya berjarak 9 kilometer dari bibir kawah Jonggring Saloko. Pengamatan ini juga sesuai laporan visual dan kegempaan yang disampaikan petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung api (PGA) di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang.
Dari laporan yang disampaikan pihak vulknaologi, cuaca di Gunung Semeru terlihat cerah dan angin tenang dengan suhu udara 25 derajat celcius. Dilaporkan juga, terjadi tiga kali 'bom vulkanik' berupa hembusan yang mencapai ketinggian 300 meter dari puncak gunung yang ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lumajang Hariyanto ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com, juga menambahkan, jika dari laporan vulkanologi juga teramati pula terjadinya dua kali guguran yang meluncur sejauh 100 meter mengarah ke Besuk Kobokan.
"Sedangkan, pengamatan secara kegempaan menyebutkan terjadi 101 kali gempa hembusan, 21 kali gempa guguran serta 6 kali gempa tektonik jauh. Sementara itu, pada Jumat kemarin, terjadi 53 kali gempa hembusan dengan 23 kali gempa letusan, 15 kali gempa guguran, 2 kali gempa tektonik jauh dan 1 kali gempa banjir. Secara visual, teramati 2 kali letusan asap putih tebal setinggi 400 meter selain 2 kali guguran sejauh 100 meter," beber Hariyanto.
Frekwensi 'bom vulkanik' Gunung Semeru itu meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang telah tercatat terjadi 53 kali gempa hembusan, 23 kali gempa letusan, 15 kali gempa guguran, 2 kali gempa tektonik jauh. Selain itu, teramati 2 kali letusan dan asap putih tebal setinggi 400 meter dan 2 kali guguran awan panas sejauh 100 meter dari bibir kawah.
BPBD Kabupaten Lumajang sendiri, masih kata Hariyanto, tetap menyampaikan imbauannya kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait dengan tingginya aktifitas Gunung Semeru di tengah status Siaga kali ini.
"Sesuai Surat Rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, kami memang terus diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya," paparnya.
Masyarakat yang beraktifitas dan bermukim di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) di kaki Gunung Semeru, diantaranya DAS Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang diminta untuk siap siaga mengantisipasi jika terjadi erupsi Gunung Semeru berupa guguran awan panas secara tiba-tiba, tambah Hariyanto.
(gik/gik)











































