Bagi yang ingin melihat kera jantan yang 'diamankan' di Kantor Konservasi Wilayah III Surabaya, BBKSDA Jatim, Jalan Kutisari Selatan XIII, Surabaya, diperingatkan untuk tidak terlalu mendekat ke kandang. Alasannya kera masih dalam kondisi observasi.
"Sudah pulih, tapi masih diare dan masih lemah," kata kepala Konservasi Wilayah III BBKSDA Jatim Wiwid Widodo saat ditemui detiksurabaya.com, Jumat (17/2/2012).
Widodo menegaskan, dari pengamatannya sejak dilakukan pembiusan hingga pemulihan kesehatan. Monyet jantan yang mempunyai taring atas dan bawah 3 cm ini disimpulkan merupakan bekas peliharaan. Sejumlah indikasi seperti saat dikasih umpan, si kera mendekat. Dan bisa interaksi dengan manusia.
"Dari hasil pengamatan secara ilmiah yang saya lakukan. Saya yakin, monyet ini pernah dipelihara orang. Karena saat berinteraksi dengan manusia atau anggota saya seperti sudah terbiasa serta dia juga tidak menyerang," jelasnya.
Meski sudah pulih, namun kera yang belum diketahui asal usulnya masih lemas. Sebab kera saat dilumpuhkan dengan tembakan bius, diketahui sedang menderita diare. Untuk memulihkan kondisi diarenya, pihaknya hanya memberikan buah pisang dan air minum saja sesuai dengan saran dokter Taman Safari II.
"Kita perkirakan diarenya sembuh pekan depan. Setelah itu akan saya panggilkan kembali dokter untuk melihat perkembangan kesehatannya," imbuhnya.
(gik/gik)











































